3 Hal Ini yang Dipamerkan Jokowi di Depan Pengusaha AS

14 Mei 2022 7:51
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
3 Hal Ini yang Dipamerkan Jokowi di Depan Pengusaha AS (149819)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo hadiri santap malam bersama Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi menemui para pemimpin bisnis besar Amerika Serikat (AS) dalam kunjungan kerjanya ke Washington DC, Jumat (13/5).
ADVERTISEMENT
Dalam pertemuan dengan para pengusaha besar asal Negara Paman Sam itu, Jokowi memamerkan potensi yang dimiliki Indonesia, mulai dari ekonomi digital hingga industri besi dan baja.

Potensi Ekonomi Digital RI USD 146 M, Ada 2.346 Startup

Jokowi menjelaskan, Indonesia memiliki komitmen besar mengembangkan ekonomi digital yang adil dan bermanfaat. Dia mengatakan, ASEAN diprediksi memiliki nilai ekonomi digital mencapai USD 330 miliar di tahun 2025.
"Dan di Indonesia sendiri, ekonomi digital diproyeksikan tumbuh 20 persen per tahun mencapai USD 146 miliar pada tahun 2025," ujar Jokowi saat ASEAN-US Special Summit with Business Leaders, Jumat (13/5).
Selain itu, Jokowi mengatakan Indonesia telah memiliki perkembangan perusahaan rintisan atau startup khususnya di bidang teknologi yang sangat pesat dan menjadi salah satu yang terbanyak di dunia.
ADVERTISEMENT
"Saat ini Indonesia memiliki 2.346 start up, terbanyak kelima di dunia dengan 2 decacorn, dan 8 unicorn," ungkap Jokowi.
Potensi Energi Baru Terbarukan (EBT)
Jokowi menjelaskan, saat ini potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sangat besar didukung dengan 4.400 sungai di Indonesia. Selain itu, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan panas bumi atau geothermal (PLTP) juga besar dengan potensi 29.000 MW.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Kami memastikan bahwa barang-barang penting akan dihasilkan dari pembangkit listrik yang ramah lingkungan, dan kami mengundang para pelaku bisnis Amerika untuk investasi di Indonesia," kata Presiden.
Selain potensi pembangkit listrik ramah lingkungan, Jokowi juga menyebutkan kekayaan tambang Indonesia sangat besar dan bisa mendukung pengembangan industri energi baru dan terbarukan (EBT).
ADVERTISEMENT
Industri Besi dan Baja RI Berkembang Pesat
3 Hal Ini yang Dipamerkan Jokowi di Depan Pengusaha AS (149820)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi sampaikan pentingnya stabilitas dan kemakmuran kawasan kepada Kongres AS, Washington DC, Kamis (12/5/2022). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
Jokowi mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil bijih nikel terbesar di dunia. Tidak sampai di situ, Indonesia juga berkembang pesat dalam pengembangan industri besi dan baja.
"Saat ini, Indonesia menjadi negara penghasil besi baja stainless terbesar nomor 2 di dunia," ujar Jokowi.
Presiden menuturkan, kekayaan Indonesia dalam tambang bijih nikel dan industri besi dan baja ini akan diikuti oleh komoditas tambang lain, seperti tembaga dan bauksit untuk aluminium.
"Transformasi ini akan diikuti dengan barang-barang tambang lain, seperti tembaga dan bauksit untuk aluminium yang akan menjadi tulang punggung industri energi baru dan terbarukan, termasuk baterai lithium dan mobil listrik," tuturnya.
Dengan potensi-potensi itu, Jokowi mengharapkan pertemuan ini menjadi momentum kehadiran investasi AS untuk turut memajukan ekonomi ASEAN khususnya Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Semua ini membutuhkan kemitraan yang erat antara pemerintah dengan komunitas bisnis. Saya berharap para CEO perusahaan besar Amerika dapat membangun kerja sama yang konkret di G20 dan kerja sama dengan ASEAN khususnya dengan Indonesia," tegasnya.