Kumparan Logo

3 Kabar Baik dari MotoGP Mandalika untuk Ekonomi Lombok dan Indonesia

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pebalap Red Bull KTM Factory Racing Miguel Oliveira (kanan) saat balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Minggu (20/3/2022). Foto: Willy Kurniawan/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Pebalap Red Bull KTM Factory Racing Miguel Oliveira (kanan) saat balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Minggu (20/3/2022). Foto: Willy Kurniawan/Reuters

Ajang MotoGP Mandalika yang telah usai memberi sejumlah dampak positif bagi masyarakat di Lombok. Perhotelan, Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM), hingga taksi online di Lombok merasa diuntungkan.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, memperkirakan perputaran uang di ajang balapan motor dunia tersebut bisa mencapai Rp 3 triliun.

Pertamina merupakan sponsor utama sirkuit Mandalika, sehingga saat diresmikan Presiden Jokowi 12 November 2021 lalu, arena itu menyandang nama resmi Pertamina Mandalika International Street Sircuit.

"Sebetulnya kita melihat lebih dari ke dampak secara daerah dan nasional. Jadi kalau pre event saja, sebelum ini ya, itu sekitar Rp 500 miliar berputar di sini. Nah sekarang event-nya naik enam kalinya," kata Nicke di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Minggu (20/3).

Nicke merasa banyaknya para pihak yang terlibat dalam ajang MotoGP Mandalika membuat semakin banyak masyarakat ikut mendapatkan dampak positif.

"Dan ini bisa dilihat penontonnya luar biasa membeludak, seluruh tiket sold out tiga hari ini dan flight penerbangan ke sini lebih dari 3 kalinya. Sehingga semuanya bergerak dalam 3 bulan ini. UMKM ada tambahan 1.300 UMKM baru untuk kuliner saja," ujar Nicke.

Berikut kumparan merangkum sektor-sektor usaha yang merasakan dampak positif MotoGP Mandalika:

Hotel hingga Suvenir Laris Manis

Pengusaha menyambut baik adanya pagelaran MotoGP Mandalika. Wakil Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Sudrajat, menilai event balap motor tersebut membuat nama Indonesia semakin dikenal di dunia.

Selain itu, Sudrajat mengatakan MotoGP Mandalika membuat sektor usaha mulai dari hotel sampai suvenir yang dijual masyarakat laris manis.

"Kita tahu bahwa saat ini di Lombok dengan adanya MotoGP ini hotel-hotel penuh, tentu restoran-restoran juga antre ini orang mau makan-makan dan lain-lain. Suvenir-suvenir juga tentunya sangat laku," kata Sudrajat yang juga menjadi anggota PHRI saat dihubungi, Minggu (20/3).

Pengunjung tengah berbincang di Homestay BNI di Dusun Rangkep Satu yang hanya berjarak 5 menit dari lokasi Sirkuit Mandalika, Minggu (20/3/2022). Foto: Dok. BNI

Menurut Sudrajat, event MotoGP Mandalika menjadi sorotan dunia. Ia merasa kondisi tersebut juga bakal berimbas positif ke sektor pariwisata yang ujung-ujungnya memberi keuntungan ke banyak masyarakat sekitar.

"Tentu pariwisata akan sangat berkembang dan pendapatan masyarakat baik atas, menengah, dan bawah, yang atas yang punya hotel-hotel akan (ramai), juga penerbangan-penerbangan yang selama ini berat tentunya keterisiannya bisa penuh," ujar Sudrajat.

Dihubungi secara terpisah, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, mengungkapkan keterisian hotel di wilayah Mandalika, Lombok, meningkat sampai 60 persen saat event tersebut berlangsung.

"Kalau hotel kan sudah disampaikan bahwa jumlah okupansinya meningkat dengan adanya MotoGP Mandalika khususnya mulai tanggal 17 sampai 21, sampai 22 (Maret). Nah itu terjadi peningkatan," kata Maulana saat dihubungi, Minggu (20/3).

"Kalau kita bicara dibandingkan hari biasa kalau hari biasa 30 sampai 40 persen, ini peningkatannya bisa 50 sampai 60 persen khususnya di tiga hari (pelaksanaan MotoGP) itu ya," tambahnya.

Selain itu, Maulana menganggap ramainya pagelaran balapan motor kelas internasional itu bakal meningkatkan Pendapatan Asli Daerah atau PAD.

"PAD itu kenapa (meningkat), kan bisa dari pajak hotel, restoran, ada peningkatan dari perhelatan ini karena operasional dan jumlah orang yang makan di restoran juga meningkat," ungkap Maulana.

Homestay Penuh, Taksi Online Panen

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengatakan kebijakan pemerintah mengadakan ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP 2022 di Mandalika terbukti tepat. Khususnya dari segi nilai tambah ekonomi dari kegiatan tersebut, termasuk bagi masyarakat setempat.

“Keberhasilan dari event ini mampu memberikan dampak luas terhadap masyarakat, sehingga mampu menggerakkan ekonomi dengan semakin terbukanya lapangan kerja,” kata Sandiaga di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Minggu (20/3) malam.

Sandiaga menceritakan, ada seorang pemilik homestay yang bernama Hajah Salamiah, telah tinggal di kawasan Mandalika selama 40 tahun. Namun, belum banyak orang yang datang memesan tempat penginapannya.

"Berkat adanya MotoGP 2022, semua kamar di homestay miliknya di Mandalika, dipesan penuh selama seminggu ini," ujarnya.

Informasi yang diperoleh kumparan, tak hanya homestay yang penuh, tapi juga hotel berbintang. Baik di sekitar kawasan Mandalika dan Lombok Tengah, hingga ke Mataram dan Pantai Senggigi. Lonjakan permintaan kamar, membuat pengelola punya kesempatan menaikkan harga.

Penonton membeli pernak-pernik berupa kaos dan topi VR46 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (19/3/2022). Foto: Andika Wahyu/Antara Foto

Sementara itu, sektor transportasi yang diusahakan warga juga kecipratan berkah. Bahkan, kata Sandiaga, dia menjumpai seorang sopir taksi online yang pada Minggu (20/3) pagi sudah mendapat penghasilan lebih dari Rp 1,8 juta.

"Ini luar biasa dampaknya dan ke depan akan kita terus perbaiki, sehingga event-event selanjutnya akan lebih lancar, lebih bermanfaat. Saya mengucapkan terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu terselenggaranya MotoGP ini," tutur Sandiaga Uno.

Tiket Pesawat Ludes

Berdasarkan data dari Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah penumpang dari dan ke Mandalika, mulai 20 Maret 2022, telah disiapkan sebanyak total 59 penerbangan tambahan yang terdiri dari 38 extra flight, 14 charter flight, dan 7 positioning flight, dengan jumlah total 9.392 kursi.

Secara total, Kemenhub telah menyiapkan tiga upaya, yakni: penyiapan extra flight, charter flight, dan positioning flight, dengan total sebanyak 168 flight/penerbangan (kapasitas total sebanyak 29.300 kursi).

Dari total 168 penerbangan, 135 penerbangannya adalah extra flight dengan kapasitas lebih dari 25.000 kursi, dengan rincian yakni: Jakarta-Lombok sekitar 19.000, Denpasar (Bali)-Lombok 2.718 kursi, Surabaya-Lombok 3.834 kursi.

Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid tampak ramai pada Jumat (18/3) pagi sekitar pukul 08:30 WIB. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

Sementara, untuk charter flight berjumlah 22 flight berkapasitas sekitar 3.500 kursi, dengan rincian yakni: Jakarta-Lombok 12 flight 2.023 kursi, Denpasar(Bali)-Lombok delapan flight 1.116 kursi, dan Surabaya-Lombok dua flight 360 kursi.

Untuk positioning flight disiapkan sebanyak 11 pesawat untuk bersiaga selama tiga hari pelaksanaan MotoGP, dengan rincian yakni: Cengkareng-Lombok enam flight, Denpasar-Lombok tiga flight dan Surabaya-Lombok dua flight.

Selain melalui transportasi udara, Kemenhub juga telah menyiapkan sarana transportasi laut baik melalui kapal penumpang maupun kapal roro menuju ke sejumlah daerah seperti Bali, Surabaya, dan sekitarnya.

“Nanti malam kemungkinan akan terjadi puncak pergerakan penumpang dari penonton MotoGP yang akan keluar dari Lombok. Kami telah berkoordinasi dengan para stakeholder dan operator untuk mengantisipasinya,” demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai mengecek Bandara Internasional Lombok, Minggu (20/3).