Kumparan Logo

3 Kartini Andalan Jokowi di Bidang Ekonomi: Sri Mulyani, Susi, Rini

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: kumparan, Antara
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: kumparan, Antara

Cita-cita dan inspirasi dari RA Kartini mendorong banyak perempuan untuk berprestasi. Kini banyak perempuan yang memiliki karier cemerlang, bahkan menjadi pemimpin, beberapa di antaranya menjadi menteri di Kabinet Kerja.

Tak kalah dengan laki-laki, menteri-menteri perempuan di Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla menorehkan sejumlah prestasi di dalam negeri bahkan hingga ke level internasional.

Para menteri perempuan tersebut mengukir prestasi sesuai bidang dan fungsi tugasnya masing-masing. Kira-kira siapa saja ya menteri perempuan berprestasi tersebut?

1. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berhasil menyabet sejumlah penghargaan internasional karena prestasinya membawa perekonomian Indonesia. Sepanjang 2018, anggaran APBN mencapai 1,76 persen dari produk domestik bruto (PDB), merupakan yang terendah dalam enam tahun terakhir.

Atas prestasi tersebut, Sri Mulyani berhasil meraih penghargaan sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik 2019 versi Majalah FinanceAsia. Penghargaan ini merupakan yang ketiga kalinya secara berturut-turut sejak 2017.

Sebelum penghargaan tersebut, di awal tahun ini Sri Mulyani juga mendapat penghargaan sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Global dan Asia Pasifik 2019 versi majalah The Banker.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mendapat Penghargaan Menteri Keuangan of the Year dari GlobalMarkets, Sabtu (13/10/2018). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

The Banker menilai perekonomian Indonesia selama 2018 memiliki daya tahan yang kuat saat menghadapi berbagai bencana, mulai dari gempa bumi hingga tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang menewaskan 21 orang pegawai Kemenkeu.

Penghargaan yang lebih besar pernah diterima Sri Mulyani dalam gelaran World Government Summit 2018 sebagai Menteri Terbaik di Dunia. Penghargaan ini merupakan pertama kalinya yang diterima menteri di kawasan Asia.

Tak hanya itu, di sela-sela pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) 2018 di Bali, Sri Mulyani juga meraih penghargaan sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik Timur dari Global Markets.

2. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

Penampilan Susi yang cuek dan berani dalam mengambil kebijakan membuat namanya semakin meroket. Susi bahkan beberapa kali mendapat penghargaan internasional bergengsi.

Di awal tahun ini, Susi masuk dalam daftar sepuluh besar pemikir berpengaruh dunia untuk kategori pertahanan dan keamanan dalam Top 100 Global Thinkers yang dipublikasikan oleh Foreign Policy. Dia masuk dalam kategori pertahanan dan keamanan.

Tak hanya itu, pada 2017 Susi juga masuk ke dalam The BBC 100 Woman. Dia dinobatkan ke dalam daftar tersebut karena dianggap sebagai sosok yang menginspirasi dan memberikan kontribusi positif.

Menteri Susi Pudjiastuti. Foto: Darwis Triadi/dok. Menteri Susi Pudjiastuti

Seafood Champion Award dalam acara Seaweb Seafood Summit 2017 juga memberikan penghargaan di bidang kepemimpinan kepada Susi lantaran berani memberantas praktik penangkapan ikan ilegal.

Selain itu, Susi mendapatkan penghargaan Excellence in National Stewardship dari Peter Benchley Ocean Awards 2017. Susi menerima penghargaan tersebut karena dinilai berani dalam melindungi kepentingan ekonomi dan lingkungan kelautan bangsa Indonesia dengan memberantas operasi armada kapal asing yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal.

Sebelumnya di 2016, Susi juga mendapatkan penghargaan Leaders for a Living Planet Award dari WWF. Penghargaan ini didapat atas perannya dalam memajukan pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan, pelestarian alam laut, dan pemberantasan pencurian ikan.

3. Menteri BUMN Rini Soemarno

Mengelola sekitar 143 perusahaan milik negara bukanlah suatu hal yang mudah. Di bawah komando Rini Soemarno, BUMN mencatatkan kinerja positif.

Sepanjang 2018, laba bersih BUMN Indonesia selama mencapai Rp 188 triliun, atau naik 1,08 persen dibandingkan 2017 yang sebesar Rp 186 triliun. Kontribusi BUMN terhadap negara di 2018 mencapai Rp 422 triliun dalam bentuk pajak, dividen, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Menteri BUMN Rini Soemarno Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Holding BUMN Pertambangan berhasil terbentuk di bawah komando Rini pada 2017. Rencana ini sebenarnya sudah bergulir lama, tapi baru berhasil dieksekusi ketika Kementerian BUMN dipimpin Rini.

PT Inalum menjadi induk holding dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk sebagai anggota holding. Pasca terbentuk, Inalum berhasil mengakuisisi 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Selain itu, di tangan Rini juga berhasil terbentuk Holding BUMN Migas pada 2018. PT Pertamina (Persero) sebagai induk perusahaan dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk sebagai anggota holding.