3 Langkah Jokowi Antisipasi Krisis Pangan di Indonesia

Sejumlah langkah akan diambil pemerintah untuk mengantisipasi kemungkinan ancaman kekeringan yang berdampak pada ketersediaan bahan pokok di dalam negeri.
Apalagi dengan adanya peringatan dari badan pangan dunia atau FAO yang memprediksi akan terjadi krisis pangan dunia.
Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas bersama para menterinya menekankan beberapa hal agar ancaman kekeringan bisa diatasi.
Pertama, dia meminta jajarannya agar menyiapkan persediaan air di daerah yang menjadi sentra produksi pertanian.
"Harus disiapkan dari sekarang mulai dari penyimpanan air hujan, kemudian memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi dan penyimpanan air buatan lainnya penting," kata Jokowi dalam sambutan ratasnya secara virtual, Selasa (5/5).
Kedua, pemanfaatan curah hujan saat ini untuk mempercepat musim tanam. Sehingga, produksi hasil-hasil pertanian bisa terus berjalan. Dia meminta jajarannya membantu kegiatan produksi tersebut agar bisa memudahkan para petani.
"Ini kita harus manfaatkan curah hujan yang masih ada saat ini. harus dipastikan bahwa petani tetap berproduksi, harus tetap bertanam dengan melakukan protokol kesehatan," tuturnya.
"Ketersediaan sarana sarana produksi pertanian baik yang berkaitan dengan bibit pupuk harus betul-betul ada dan harganya terjangkau. Kemudian kemarin juga ada acara stimulus ekonomi untuk petani agar juga di pertajam lagi," tambahnya.
Ketiga, Jokowi ingin ada pengaturan stok bahan pokok agar bisa tersedia ke depannya. Artinya, stok tersebut tetap ada saat ancaman krisis pangan itu terjadi.
"Mengenai manajemen pengelolaan stok untuk kebutuhan pokok untuk bahan-bahan pokok hitung-hitungannya detail, Bulog tetap harus membeli gabah dari petani sehingga harga di petani menjadi lebih baik," pungkasnya.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
*****
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
