Kumparan Logo

300 Pekerja China Tertahan karena Virus Corona, Proyek Kereta Cepat Terganggu

kumparanBISNISverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah petugas mengamati replika Kereta Cepat di Casting Yard 1 KM 26 Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (30/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah petugas mengamati replika Kereta Cepat di Casting Yard 1 KM 26 Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (30/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Merebaknya virus corona telah berdampak pada sendi-sendi ekonomi di berbagai negara. Di Indonesia, pembangunan konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung juga terkena imbasnya.

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra mengakui wabah virus corona berdampak terhadap pembangunan kontruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Sebab banyak pekerja asal China yang pulang kampung saat libur Imlek namun bertepatan dengan mewabahnya virus corona. Akibatnya mereka pun tak bisa kembali ke Indonesia.

“Ini pengaruh corona (karena) banyak tenaga kerja yang pulang (ke China). Ternyata (pekerja yang pulang ke China) level enggak hanya bawah, tapi juga di atasnya, manajemennya,” ungkap Chandra di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Jumat (21/2).

Direktur Utama KCIC, Chandra Dwiputra memberikan sambutan dalam pemasangan girder pertama proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, Senin (30/9/2019). Foto: Resya Firmansyah/kumparan

Ada sekitar 300 pekerja asal China yang terlibat dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tertahan di negaranya. Semua pekerja itu berada di level manajer hingga konsultan. Padahal posisi-posisi tersebut sangat dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Akibatnya beberapa pekerjaan jadi tersendat karena para manager tidak ada di tempat.

Para pekerja tersebut tak bisa datang ke Indonesia lantaran penerbangan dari dan ke China dilarang oleh pemerintah Indonesia pada saat ini. Hal ini tak lepas dari upaya untuk menekan penyebaran virus corona yang berasal dari Wuhan, China.

"Kami mesti tunggu keputusan pemerintah, kan penerbangan China juga ditutup. Bagaimana, kami mau datangkan (pekerja asal China) kalau ditutup (penerbangannya)," ujarnya.

Gambar udara progress pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Foto: Dok. KCIC

Oleh sebab itu Chandra enggan mengungkapkan target dari penyelesaian kontruksi pada tahun ini. Menurutnya, hingga saat ini progres konstruksi kereta cepat itu sudah mencapai 45 persen.

Chandra mengklaim perusahaan akan tetap mendorong kontraktor untuk melakukan pembangunan kontruksi di tengah kondisi saat ini. Pihaknya pun telah meminta kontraktor untuk membuat rencana cadangan mengingat para pekerja China belum kembali.

"Saya tekankan (ke kontraktor), 'anda jangan pikir seperti itu, kayak SARS itu kan 6 bulan juga baru selesai'. Jadi kalau enggak dateng (pekerja asal China), bagaimana caranya (mengatasi). Saya push kontraktor bikin plan (perencanaan) sesuai dengan situasi saat ini," tegasnya.