Kumparan Logo

35 BUMN Patungan Biayai Sambungan Listrik 360 Ribu Rumah Warga Miskin

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyambungan listrik serentak (Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
zoom-in-whitePerbesar
Penyambungan listrik serentak (Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Untuk memenuhi target rasio elektrifikasi sebesar 99 persen di seluruh Indonesia, Kementerian BUMN menggandeng sebanyak 35 perusahaan pelat merah untuk membiayai penyambungan listrik bagi masyarakat tidak mampu di dua wilayah, yaitu Jawa Barat dan Banten.

Adapun 35 BUMN tersebut adalah PLN, Telkom, BRI, Pertamina, Bank Mandiri, BNI, Angkasa Pura II, Pelindo II, BTN, Pupuk Indonesia, Wijaya Karya, PT PP, PGN, Waskita Karya, Pegadaian, PTPN III, Antam, Jasa Marga, Jasa Raharja, Taspen, Airnav, Askrindo, Jasindo, ASDP Indonesia, Perum Bulog, Jamkrindo, Biofarma, Semen Indonesia, Hutama Karya, Kereta Api Indonesia, Dahana, Perhutani, Pindad, Pos Indonesia dan Jiwasraya.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, di dua wilayah tadi ditargetkan sebanyak 360 ribu rumah tangga miskin yang akan mendapatkan subsidi penyambungan listrik dan pemasangan instalasi listrik.

“Kalau di Jabar tanpa ikut wilayah Banten itu ada 317 rumah tangga miskin. Sementara, di DKI Jakarta ada 32 ribu rumah tangga yang tidak mampu menyambung listrik. Tapi yang Jakarta masih akan kami tinjau dulu. Seluruh Indonesia ada 2,4 juta rumah yang tidak mampu menyambung listrik,” katanya dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (7/8).

Program ini ditargetkan mampu menembus hingga 103 ribu rumah tangga pada 28 Oktober 2018, dengan perkiraan biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 56,9 miliar.

Sementara itu, PLN mencatat, saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Jawa Barat tercatat di level 96,79% dengan jumlah KK yang belum terlistriki masih mencapai sebanyak 334.260 KK. Rumah tangga kurang mampu yang mendapat bantuan program sambung listrik gratis ini akan mendapatkan sambungan listrik PLN berdaya 450 Volt Ampere (VA) dengan tarif bersubsidi dan sistem layanan prabayar.

“Masyarakat rata-rata menganbil listrik dari tetangga. Itu satu lampu mereka bayar Rp 30 ribu per lampu per bulan. Padahal, kalau bayar listrik ke PLN hanya sekitar Rp 3.500 per bulan,” kata Direktur Bisnis Regional Jawa Tengah PLN, Amir Rosidin.

Nantinya, tanggal 16 Agustus mendatang akan terpasang penyambungan listrik sebanyak 14 ribu rumah tangga dan pada tanggal 28 Oktober nanti ditargetkan akan terpasang penyambungan listrik sebanyak 103 ribu rumah tangga.