Kumparan Logo

4 Emiten Melantai di BEI, Saham Milik Keluarga Bakrie (ALII) Naik 25 Persen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Empat emiten melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari Rabu (7/2/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Empat emiten melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari Rabu (7/2/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Empat emiten melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari Rabu (7/2). Saham PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) milik keluarga Bakrie naik 68 poin atau 25 persen ke level 340 per lembar.

Empat perusahaan tersebut antara lain PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK), PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD), PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX), dan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII).

PT Ancara Logistics Indonesia Tbk, penyedia layanan logistik dan jasa pertambangan menerbitkan sekitar 3,2 miliar saham kepada publik, mewakili 20 persen dari saham beredar perusahaan.

ALII melakukan penawaran awal (book building) pada 17–24 Januari 2024 sebelum memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 31 Januari 2024 dan dilanjutkan dengan penawaran umum pada 1–5 Februari 2024.

Ardi Bakrie dan Anindya Bakrie hadir dalam pencatatan saham PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (7/2/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Direktur Utama ALII, Faisal Mohamad Nur, mengatakan dengan harga saham perdana Rp 272 per saham, ALII mampu mengumpulkan Rp 860,9 miliar dari IPO.

Kemudian, Topindo Solusi Komunika menawarkan sebanyak- banyaknya 875 juta saham baru atau setara dengan 20 persen dari modal disetor setelah IPO yang ditawarkan pada rentang harga Rp 115–125 per saham, dengan target dana yang terkumpul sebanyak-banyaknya Rp 109,37 miliar.

Dana hasil IPO ini akan digunakan untuk keperluan modal kerja perseroan dan entitas anak, pengembangan sistem IT, dan akuisisi properti yang akan menjadi hub bisnis TOSK di Kota Singkawang.

Lalu, book building UNTD telah dilakukan dengan kisaran harga yang dimulai dari Rp 170 sampai Rp 240 per saham. Saham UNTD yang ditawarkan sebanyak-sebanyaknya 1.666.666.700 saham kepada publik, atau mencapai 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO saham.

Kemudian, PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang platform digital melepas sejumlah 312.500.000 lembar saham. Besaran saham itu setara dengan 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, dengan nilai nominal Rp 20 yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp 268.