Bisnis
·
2 Februari 2021 6:47

4 Fakta Bank Syariah Indonesia: Terbesar ke-7 di RI, Digadang Jadi Kelas Dunia

Konten ini diproduksi oleh kumparan
4 Fakta Bank Syariah Indonesia: Terbesar ke-7 di RI, Digadang Jadi Kelas Dunia (58787)
searchPerbesar
Pegawai berjalan di Bank Syariah Indonesia (BSI) usai diresmikan di Jakarta, Senin (1/2/2021). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Tiga bank syariah BUMN, yakni PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah resmi bergabung pada 1 Februari 2021. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari Istana Negara, Jakarta. Merger bank syariah tersebut melahirkan entitas baru bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau disingkat BSI.
ADVERTISEMENT
Ada sejumlah fakta dalam peluncuran bank syariah terbesar di Indonesia tersebut. Berikut kumparan merangkum fakta-fakta penting dalam peluncuran BSI.

Jokowi Berikan 4 Instruksi Khusus Untuk BSI

Dalam peresmian tersebut, Jokowi memberikan pesan dan instruksi khusus kepada BSI. Pertama, Jokowi menginstruksikan agar BSI bisa menjadi bank syariah yang bersikap universal dan terbuka bagi seluruh nasabah. Kedua, BSI harus bisa memaksimalkan penggunaan teknologi digital dalam operasionalnya.
Instruksi ketiga yaitu BSI harus mampu menggaet minat generasi muda untuk menjadi nasabah bank syariah. Terakhir, BSI harus mampu menciptakan produk dan layanan keuangan syariah yang kompetitif.

BSI Punya Kinerja Positif Selama Pandemi

Kinerja ketiga bank syariah yang tergabung dalam BSI tercatat tetap stabil meski diterpa pandemi COVID-19. Bahkan sejumlah indikator menunjukkan kinerja ketiga bank syariah tersebut tumbuh lebih tinggi dibanding bank konvensional.
4 Fakta Bank Syariah Indonesia: Terbesar ke-7 di RI, Digadang Jadi Kelas Dunia (58788)
searchPerbesar
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi (tengah) didampingi Wakil Direktur Utama I Ngatari (kedua kanan) dan Wakil Direktur Utama II Abdullah Firman Wibowo (kanan) berpose usai mengikuti peresmian BSI di Jakarta, Senin (1/2/2021). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Dari sisi aset, bank syariah tumbuh 10,97 persen secara tahunan. Pertumbuhan itu melampaui aset bank konvensional yang tumbuh 7,7 persen secara tahunan. Kemudian, Dana Pihak Ketiga (DPK) bank syariah juga tercatat tumbuh 11,56 persen, sedikit lebih tinggi ketimbang bank konvensional yang tumbuh sebesar 11,49 persen. Kemudian dari sisi pembiayaan, bank syariah juga tumbuh 9,42 persen secara tahunan. Angka ini lebih tinggi dibanding bank konvensional yang hanya tumbuh 0,55 persen yoy.
ADVERTISEMENT

Digadang Jadi Bank Syariah Kelas Dunia

Adapun penggabungan bank syariah ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi bank syariah di Indonesia. Penggabungan tersebut akan menciptakan bank syariah terbesar di Indonesia yang berdaya saing global dan memiliki potensi menjadi 10 bank syariah teratas secara global berdasarkan kapitalisasi pasar.
Bank syariah akan didukung dengan jaringan yang luas lebih dari 1.200 cabang di seluruh Indonesia. Bank syariah juga akan memiliki neraca dan kinerja keuangan yang baik, dengan target Rp 272 triliun pembiayaan pada 2025 dan pendanaan Rp 336 triliun pada 2025.
4 Fakta Bank Syariah Indonesia: Terbesar ke-7 di RI, Digadang Jadi Kelas Dunia (58789)
searchPerbesar
Pegawai menunjukan aplikasi Bank Syariah Indonesia (BSI) usai peresmiannya di Jakarta, Senin (1/2/2021). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

BSI Merupakan Bank Terbesar Ketujuh di Indonesia

Seperti diketahui, hingga akhir 2020, total aset BSI tercatat sebesar Rp 239,56 triliun. Jumlah aset tersebut menempatkan Bank Syariah Indonesia menjadi bank terbesar ketujuh secara nasional, di atas PT Bank Pan Indonesia Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, dan PT Bank BTPN Tbk.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, modal tiga bank syariah milik negara itu tercatat senilai Rp 22,61 triliun dengan laba bersih yang dibukukan senilai total Rp 2,19 triliun. Per Desember 2020, tiga bank syariah BUMN peserta merger tersebut mencatat total pembiayaan mencapai Rp 156,51 triliun serta Dana Pihak Ketiga mencapai sebesar Rp 209,98 triliun.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020