4 Kiat Bank OCBC NISP #MelajuJauh Selama 8 Dekade

Lebih dari setahun pandemi COVID-19 memengaruhi berbagai sektor, termasuk ekonomi dan bisnis. Mobilitas pelaku ekonomi yang hingga kini masih terbatas akibat pembatasan sosial juga ikut andil mengubah kebiasaan masyarakat. Hal inilah berdampak pada melemahnya pertumbuhan ekonomi nasional.
Meski geliat ekonomi mulai terasa kembali, Indonesia diramalkan baru benar-benar keluar dari resesi pada kuartal kedua 2021. Namun di tengah catatan minus ekonomi global dan nasional pada 2020 lalu, Bank OCBC NISP mampu menjaga kinerja yang berkelanjutan dan siap mendukung nasabahnya #MelajuJauh melalui solusi finansial yang inovatif.
Di bulan April 2021 lalu, Bank OCBC NISP sebagai salah satu pelopor industri perbankan Indonesia telah mencapai usia 80 tahun. Selama delapan dekade, Bank OCBC NISP telah menunjukkan kegigihannya melewati beragam tantangan dan gelombang krisis untuk terus tumbuh berkelanjutan seiring dengan bangsa Indonesia.
Hasilnya, per akhir Desember 2020, Bank OCBC NISP telah menjadi Bank ke-7 terbesar dari sisi aset. Lalu apa saja hal-hal yang membuat Bank OCBC NISP #MelajuJauh?
1. Kinerja yang keuangan yang berkelanjutan
Dalam memilih layanan perbankan, kepercayaan menjadi salah satu kunci yang dapat menumbuhkan rasa nyaman nasabah. Bukan tanpa alasan, bank menjadi lembaga yang memiliki kewenangan untuk mengelola uang simpanan hingga berbagai transaksi keuangan nasabah.
Selain itu, kinerja perusahaan yang sehat dan berkelanjutan juga akan memberikan rasa aman. Nah, dari laporan kuartal I tahun 2021, aset Bank OCBC NISP mencapai lebih dari Rp 207,7 triliun atau naik 9 persen dibandingkan kuartal pertama 2020. Begitu juga dengan Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan atau CAGR Total Aset yang terjaga di level 10 persen, selama lima tahun terakhir per Q1 2021.
2. Mendapat peringkat kredit tertinggi di Indonesia
Tingkat kesehatan suatu bank dapat dinilai dari beberapa indikator, salah satunya aspek aset meliputi NPL (Non Performing Loan) yang menunjukkan kemampuan suatu bank untuk mengumpulkan kembali kredit yang dikeluarkan oleh bank sampai lunas.
Suatu Bank yang memiliki NPL tinggi menyebabkan membengkaknya biaya—seperti biaya pencadangan aktiva produktif— yang akan mengganggu kinerja bank. Sebaliknya, rasio NPL rendah ini menjadi tolak ukur kinerja bank yang sehat, dan bisa berdampak baik terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Bank OCBC NISP menempati peringkat tertinggi dari Fitch Ratings Indonesia dan PEFINDO dengan rasio NPL net sebesar 0,8 persen dan NPL bruto sebesar 2,0 persen per kuartal 1 tahun 2021, berada jauh di bawah rata-rata NPL industri perbankan. Ini menjadi salah satu komitmen bank yang mampu menjaga kinerja positif untuk memberikan rasa aman kepada nasabahnya.
3. Solusi keuangan yang inovatif didukung dengan digitalisasi
Bank OCBC NISP menghadirkan berbagai solusi perbankan yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang, mulai dari rekening yang dirancang khusus untuk pelaku usaha, kredit modal kerja, kredit investasi, fasilitas dan layanan untuk meningkatkan efisiensi usaha serta program pemberdayaan untuk meningkatkan kapasitas diri.
Salah satunya NYALA Bisnis, layanan komprehensif yang membantu para pengusaha untuk mengatur keuangan sesuai kebutuhan, mengembangkan bisnis dan mengakomodasi kehidupan pribadi dan bisnisnya. Solusi inovatif ini juga didukung dengan upaya peningkatan literasi keuangan masyarakat. Bank OCBC NISP menghadirkan kampanye Financial Fitness yang bertujuan untuk mendorong dan mendukung masyarakat untuk memiliki kondisi keuangan yang financially fit.
Mendukung masyarakat Indonesia untuk #MelajuJauh mewujudkan masyarakat yang financially fit, Bank OCBC NISP terus memperkuat kemampuan aplikasi ONe Mobile sebagai Comprehensive Money Manager dalam genggaman. Aplikasi ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan transaksi nasabah, tetapi juga membantu nasabah dalam melakukan pengelolaan keuangan dan investasi guna membantu mereka meraih aspirasi keuangannya.
Lebih dari sekadar kapabilitas untuk menabung atau melakukan transaksi pembayaran kebutuhan sehari-hari dan lifestyle penggunanya, ONe Mobile menyediakan solusi komprehensif mulai dari informasi keuangan menyeluruh seperti portofolio akun, kondisi pasar terkini, pembelian, maupun evaluasi atas kinerja produk-produk investasi yang dimiliki nasabah. Bahkan, nasabah dapat mengajukan aplikasi KPR melalui ONe Mobile untuk meraih mimpi memiliki rumah atau menjadikan properti sebagai instrumen investasi.
Tidak hanya itu, Bank OCBC NISP juga terus membawa perbankan lebih dekat kepada seluruh nasabah dengan menghadirkan Omnichannel Banking Experience. Nasabah tidak hanya mendapatkan layanan perbankan 24/7 dengan ONe Mobile, kini nasabah yang membutuhkan layanan advisory perbankan dapat berdiskusi dengan Relationship Manager Mobile atau datang ke kantor cabang yang didesain untuk memberikan kenyamanan nasabah berdiskusi mengenai aspirasi keuangannya.
4. Bank pertama di Indonesia yang mendapatkan pendanaan hijau dari IFC
Sebagai pionir perbankan di Indonesia, Bank OCBC NISP menyadari pentingnya menghadirkan bisnis yang berkelanjutan. Tidak hanya untuk bank, tapi juga mendukung nasabah serta calon nasabahnya melalui pendanaan keberlanjutan/sustainable financing.
Dengan dukungan dari International Finance Corporation (IFC) – World Bank, Bank OCBC NISP memperoleh pendanaan untuk menyalurkan Green Financing pada tahun 2018 senilai Rp 2 triliun untuk mendukung proyek-proyek yang berwawasan lingkungan. Tidak hanya itu, di tahun 2020 Bank OCBC NISP memperoleh kembali pendanaan senilai Rp 2,75 triliun untuk program Green Financing dan Gender Financing.
Pendanaan berbasis gender ini salah satunya disalurkan melalui program #TAYTB Women Warrior untuk mendukung pelaku usaha perempuan mengambil peran lebih besar dan berkontribusi pada perekonomian negara. Sementara pembiayaan berwawasan lingkungan (green financing) disalurkan untuk green manufacture—khususnya untuk Instalasi Pengolahan Air Limbah/IPAL dan peremajaan mesin pabrik—, pembangkit listrik energi baru dan terbarukan, serta green building.
Sampai 31 Maret 2021, total Pembiayaan Berkelanjutan (sustainability financing) terhadap total Kredit Bank OCBC NISP telah mencapai 27 persen dan porsi Pembiayaan Hijau (green financing) di dalam Pembiayaan Berkelanjutan mencapai 41 persen.
Dengan sederet hal tersebut, tidak mengherankan bahwa Bank OCBC NISP beberapa kali mendapatkan apresiasi, baik dari tingkat nasional maupun internasional. Momentum 8 dekade Bank OCBC NISP ini juga semakin mengukuhkan komitmen untuk terus #MelajuJauh mengambil peran lebih besar, tidak hanya menyediakan solusi finansial, tapi juga meraih visinya menjadi mitra tepercaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Komitmen itu pun diwujudkan melalui tiga fokus besar, yakni mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat, mendukung pengembangan pelaku UMKM, dan menghadirkan sustainability business atau bisnis yang berkelanjutan.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Bank OCBC NISP
