40 Persen UMKM Banting Stir Jualan Produk Kesehatan hingga Kuliner Saat Pandemi

Semenjak pandemi COVID-19, terjadi perubahan pada perilaku konsumen. Selama masa pandemi, konsumen cenderung mengurangi aktivitas di luar rumah. Kementerian Koperasi dan UKM mengatakan terjadinya perubahan perilaku masyarakat ini justru memberikan peluang lebih besar kepada UMKM untuk terhubung dengan ekosistem digital agar mampu bertahan selama pandemi.
“Sebanyak 42 persen UMKM di Indonesia menggunakan sosial media atau digital platforms dalam merespons pandemi,” ujar Staf Ahli Menteri Hubungan Antar Lembaga Kemenkop UMKM, Luhur Pradjarto dalam Talkshow Inovasi Warung Makan Menghadapi Pandemi, Jumat (22/1).
Menurut Luhur, kebanyakan UMKM merespons pandemi ini dengan melakukan sejumlah adaptasi bisnis seperti melakukan inovasi produk agar sesuai dengan kebutuhan pasar. Luhur merinci, sebanyak 40 persen UMKM di Indonesia telah mengubah produk selama pandemi. Mereka beralih menjadi menjajakan produk homecare, makanan dan produk kesehatan.
“Ini istilahnya mereka banting stir jadi jualan makanan atau produk kesehatan,” ujar Luhur.
Upaya beralih ke platform digital dan melakukan switching ke produk tersebut, menurut Luhur, cukup berdampak positif bagi UMKM. Kementerian Koperasi dan UKM mencatat per Juni 2020, volume transaksi e-commerce naik sebanyak 26 persen. Sedangkan volume transaksi harian tembus 3,1 juta transaksi per hari.
“Dengan bentuk aplikasi-aplikasi tadi, ini saya kira suatu keniscayaan ya. Dulunya lebih senang offline. Tapi situasi pandemi ini memberikan pembelajaran yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Untuk itu, Luhur mengatakan pihaknya kini tengah memperkuat literasi digital maupun literasi tentang manfaat UMKM mau masuk ke ekosistem digital. Tidak hanya itu, Luhur mengatakan pemerintah juga membantu mengakselerasi kesiapan UMKM untuk go digital dengan menyediakan kanal pembelajaran online bagi UMKM bekerja sama dengan Bank Indonesia hingga marketplace.
“Kemenkop juga bekerja sama dengan Kominfo mengupayakan infrastruktur akses internet bagi seluruh pelaku usaha di Indonesia,” tandasnya.
