Kumparan Logo

41 Saham Baru Melantai di BEI Selama 2024, Penghimpunan Dana Capai Rp 193 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi IHSG. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi IHSG. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Pada tahun 2024, Bursa Efek Indonesia (BEI) diwarnai berbagai emiten baru yang mulai melantai atau IPO (Initial Public Offering). Total ada 41 perusahaan yang masuk ke bursa saham dengan total penghimpunan dana mencapai Rp 193 triliun.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman menyebut, kontribusi terbesar dari penghimpunan dana tersebut berasal dari efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dengan nilai mencapai Rp 143,6 triliun.

“Hingga akhir tahun 2024 Bursa telah berhasil mencatatkan 41 saham baru dengan total penghimpunan dana sebesar Rp 193 triliun, di mana kontribusi dari penghimpunan dana terbesar adalah EBUS dengan nilai Rp 143,6 triliun,” kata Iman saat konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) secara daring, Jakarta, Rabu (25/6).

Iman menambahkan, tren pertumbuhan pasar masih berlanjut di tahun 2025. Hingga akhir Mei, BEI telah mencatatkan 14 saham baru, termasuk tiga di antaranya merupakan perusahaan dengan status lighthouse IPO.

instagram embed

“Momentum pertumbuhan tersebut berlanjut di tahun 2025. Kita bisa lihat bahwa jumlah pencatatan saham baru sampai dengan akhir Mei sebesar 14 saham baru, di mana tiga di antaranya merupakan lighthouse IPO,” jelas Iman.

Dia menjelaskan lighthouse IPO adalah penawaran umum perdana saham dengan kriteria memiliki kapitalisasi pasar minimal Rp 3 triliun, free float minimal 15 persen, serta nilai kapitalisasi pasar atas free float paling sedikit Rp 700 miliar.

Saat ini, jumlah perusahaan tercatat di BEI mencapai 956, dengan kontribusi dari papan pengembangan sebesar 46,76 persen. Iman mengungkapkan, terdapat 20 calon perusahaan yang sedang dalam pipeline pencatatan saham, dengan dua di antaranya diharapkan memenuhi kriteria lighthouse IPO.

Adapun tiga lighthouse IPO yang sudah tercatat di awal tahun ini antara lain PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) yang tercatat pada 8 Januari 2025, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) pada 13 Januari 2025, dan PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) pada 25 Maret 2025.