Kumparan Logo

5 Pesawat Baru Batik Air Akan Fokus ke Rute Indonesia Timur

kumparanBISNISverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesawat baru milik Batik Air tipe Airbus 320 Neo di Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (6/2). Foto: Abdul Latif/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat baru milik Batik Air tipe Airbus 320 Neo di Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (6/2). Foto: Abdul Latif/kumparan

Maskapai segmen full service milik Lion Group, Batik Air akan memiliki 5 pesawat baru buatan Airbus pada tahun ini. Kelima pesawat yang didatangkan itu, terdiri dari 3 Airbus 320 Neo dan 2 Airbus 321 Neo.

CEO Batik Air Achmad Luthfie mengatakan, pesawat baru ini rencananya akan dimanfaatkan untuk rute jarak jauh di Indonesia timur.

"Rute jauh ke timur. Jadi ke Manado, Papua Barat dan Papua. Ini yang pertama dari lima," katanya saat ditemui di Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (6/2).

Awak kabin Batik Air berpose di pesawat Airbus 320 NEO, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (6/2/2020). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Kelima pesawat baru ini akan didatangkan secara bertahap hingga akhir tahun 2020. Pun pesawat Airbus ini akan menambah frekuensi penerbangan menjadi 350 flight per hari.

"Tambah sekitar 30-40 flight sehari. Sekarang ini kan kita kapasitas 320 flight sehari jadi nanti mungkin di atas 350 flight untuk di akhir tahun," jelas Luthfie.

Menurut dia, pesawat baru ini akan menawarkan kenyamanan yang lebih dibanding pesawat Airbus jenis sebelumnya.

Petugas berpose di maskapai Batik Air Airbus 320 NEO, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (6/2/2020). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

"Slim seat lebih ekonomis, walaupun dia jarak tidak banyak 30 inchi tapi dia slim dan ekonomis jadi kaki kita lebih lapang dibanding pesawat lainnya. Juga bisnis kelas sandaran tangan bisa nyaman," paparnya.

Adapun pesawat ini memiliki kapasitas 144 seat ekonomi dan 12 seat kelas bisnis. Selain itu, keuntungan lain pesawat baru ini yaitu mampu menekan penggunaan Avtur sebesar 20 persen.

"Dengan adanya pembelian pesawat baru ini akan bisa efisiensi. Ini juga salah satu strategi bisnis Batik Air," katanya.