6 Hal Yang Perlu Kamu Tahu soal LRT Jakarta

Moda transportasi kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Velodrome-Kelapa Gading mulai diujicobakan untuk masyarakat umum sejak kemarin, Selasa (11/6).
Pendaftaran untuk uji publik ini dibuka sampai 21 Juni 2019 di laman resmi LRTJ. Penumpang cukup membawa e-ticket yang didapatkan dari pendaftaran tersebut ke salah satu stasiun LRT Jakarta.
Berikut rangkuman kumparan mengenai 6 hal yang perlu kamu tahu soal LRT Jakarta:
1. Lima dari Enam Stasiun Sudah Beroperasi
Terdapat lima stasiun yang digunakan sebagai akses naik dan turun penumpang, yaitu Stasiun Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome. Sedangkan Stasiun Pegangsaan Dua masih dalam proses pembangunan sebab sekaligus digunakan sebagai depo. Jarak dari Boulevard Utara hingga Velodrome kurang lebih 5 kilometer. Untuk ikut uji publik, masyarakat yang sudah mendaftar dan punya e-ticket bisa langsung datang ke salah satu stasiun tersebut.
2. Kereta Datang Setiap 10 Menit
Kereta ringan datang setiap 10 menit sekali. Di setiap stasiun, kereta akan berhenti antara 30 detik hingga 1 menit. Ada enam set kereta yang digunakan dalam uji publik ini. Satu set kereta terdiri dari dua gerbong, bisa mengangkut sekitar 270 penumpang duduk dan berdiri. Waktu tempuh untuk rute Kelapa Gading-Rawamangun juga cukup singkat yaitu sekitar 10 menit.
3. Harga Tiket Rp 5.000
Untuk uji publik saat ini, masyarakat belum dipungut biaya alias gratis. Namun nantinya jika sudah beroperasi secara komersial, harga tiket LRT Jakarta dipatok flat sebesar Rp 5.000.
4. Jam Operasional
Kereta ringan pertama di Jakarta ini setiap hari beroperasi mulai pukul 05.30 WIB hingga 22.30 WIB. Selama masa uji publik, peserta dibatasi 5.000 orang per hari dalam tiga hari pertama. Jika antusiasme tinggi maka tak menutup kemungkinan pihak LRTJ akan menambah kuota.
5. Akses ke Setiap Stasiun
LRT Jakarta juga sudah terintegrasi dengan moda transportasi massal lainnya seperti angkot Jak Lingko dan TransJakarta (TJ). Seperti di Boulevard Selatan, angkot Jak-Lingko 24 bisa berhenti persis di depan stasiun. Sedangkan di Velodrome, sedang dibangun skybridge yang akan terhubung dengan halte TJ Pemuda Rawamangun.
6. Ukuran Gerbong Kereta
LRT memiliki bentuk fisik yang lebih ramping jika dibandingkan dengan kereta MRT. Gerbong LRT lebih kecil, jumlah kursi yang disediakan pun tidak banyak. Hanya sekitar untuk 18-20 orang saja, sudah termasuk kursi prioritas.
