60 Persen Pendapatan Bisnis Ritel Mandiri Sekuritas Berasal dari Aplikasi MOST

PT Mandiri Sekuritas mengandalkan layanan aplikasi Mandiri Sekuritas Online Securities trading (MOST) dalam menjaring investor ritel. Hasilnya sepanjang semester I 2020 Mandiri Sekuritas mencatat penambahan nasabah ritel baru sebanyak 26.000 nasabah. Sehingga kini perseroan telah memiliki total 145.000 nasabah atau naik 35 persen.
Direktur Operations Mandiri Sekuritas, Heru Handayanto mengatakan tak hanya membantu perseroan dalam menambah nasabah, layanan aplikasi MOST juga turut berkontribusi besar pada pendapatan bisnis retail.
“Kami optimis layanan retail akan terus bertumbuh seiring dengan meningkatnya kesadaran berinvestasi dan layanan yang mudah dijangkau. Sebagai gambaran, pada semester I tahun ini, 60 persen pendapatan bisnis retail di Mandiri Sekuritas bersumber dari layanan online MOST,” ungkap Heru dalam konferensi pers daring, Kamis (23/7).
Adapun sepanjang semester I 2020, Mandiri Sekuritas berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 288 miliar yang dihimpun dari empat lini bisnis utama. Pertama yaitu lini bisnis Capital Market institusi tercatat berkontribusi sebesar 42 persen pada pendapatan perseroan atau setara Rp 120,96 miliar.
Kemudian diikuti lini bisnis ritel yang berkontribusi sebesar 30 persen atau setara Rp 86,4 miliar. Lalu lini bisnis investment banking berkontribusi 19 persen atau setara Rp 54,72 miliar dan lini bisnis global bond berkontribusi 8 persen atau setara Rp 23,04 miliar terhadap pendapatan perusahaan.
Artinya dari kontribusi lini bisnis ritel yang tercatat sebesar Rp 86,4 miliar tersebut, sekitar 60 persen atau setara Rp 50,76 miliar berasal dari hadirnya layanan aplikasi MOST.
Heru mengatakan layanan MOST memang diciptakan untuk memberikan kemudahan kepada nasabah. Dengan layanan ini, nasabah bisa melakukan investasi secara daring (online).
Adapun, aplikasi multiplatform MOST dapat diakses melalui smartphone maupun komputer, sehingga memberikan kenyamanan bagi para nasabah termasuk untuk berinvestasi dari rumah di masa pandemi.
Selain itu, Mandiri Sekuritas juga membekali para nasabah dengan kelas-kelas webinar edukasi dan pelatihan pasar modal gratis untuk meningkatkan kemahiran dalam berinvestasi.
Menurutnya, upaya edukasi dan pelatihan daring gratis di MOST Learning dan media sosial juga turut meningkatkan rasio nasabah aktif menjadi 22 persen. Antusiasme para investor tersebut juga turut meningkatkan jumlah transaksi di Mandiri Sekuritas dengan nilai rata-rata transaksi harian nasabah retail naik 32 persen year on year menjadi Rp 396 miliar.
Heru mengatakan sepanjang semester I 2020, Mandiri Sekuritas memang tengah melakukan sejumlah inisiatif digital untuk meningkatkan layanan pasar modal, khususnya kepada para nasabah retail.
Pada kuartal I, perusahaan meluncurkan pembukaan rekening efek daring yang dapat dilakukan dalam waktu 10 menit. Pada kuartal II, Mandiri Sekuritas meluncurkan layanan pelanggan mandiri melalui Care Center 14032. Perusahaan juga meluncurkan pembukaan rekening efek syariah daring.
“Mandiri Sekuritas saat ini sedang menyempurnakan sistem teknologi untuk dapat menyederhanakan proses bisnis, sehingga mampu meningkatkan produktivitas, mendorong efisiensi, dan memberikan layanan secara optimal,” ujarnya.
Selain itu Mandiri Sekuritas juga telah mempersiapkan sejumlah inisiatif digital untuk meningkatkan kualitas layanan, seperti pengembangan aplikasi smartphone, integrasi layanan pasar modal, dan automasi transaksi.
