7 BUMN Zombie Segera Ditutup, Bagaimana Nasib Karyawannya?

24 September 2021 13:00
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
7 BUMN Zombie Segera Ditutup, Bagaimana Nasib Karyawannya? (141713)
searchPerbesar
Merpati Airlines Foto: Air Britain Photographic Images Collection
Menteri BUMN Erick Thohir berencana menutup 7 BUMN. Alasan pembubaran itu karena ada beberapa perseroan sudah lama tidak beroperasi seperti zombie, nasib karyawannya pun terkatung-katung.
ADVERTISEMENT
Ketujuh BUMN itu adalah PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Industri Gelas (Persero), PT Istaka Karya (Persero), PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero), PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero), dan PT Kertas Leces (Persero).
Lalu bagaimana nasib karyawan di 7 BUMN ini nantinya?
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memastikan hak-hak karyawan di 7 BUMN ini akan dipenuhi sesuai ketentuan UU yang berlaku. Termasuk jika ada pembayaran pesangon atau gaji yang selama ini tertunggak.
Menurutnya, penutupan BUMN-BUMN 'sakit' ini seharusnya sudah dilakukan lama, salah satunya PT Merpati Nusantara Airlines'. Sebab, jika dibiarkan, nasib karyawan justru yang kasihan karena digantung tanpa kepastian.
"Nasib karyawan akan diselesaikan baik-baik. Mekanismenya sesuai UU akan kita lakukan dan tidak melanggar. Diusahakan hak-hak mereka dipenuhi," kata Arya saat dihubungi kumparan, Jumat (24/9).
7 BUMN Zombie Segera Ditutup, Bagaimana Nasib Karyawannya? (141714)
searchPerbesar
Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga. Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan
Sebelumnya, Erick mengatakan penutupan BUMN yang sudah lama tidak beroperasi atau tidak sehat ini perlu cepat dilakukan untuk merespons perubahan model bisnis yang ada. Apalagi dengan adanya digitalisasi, semakin transparan untuk melihat suatu perusahaan sehat atau tidak.
ADVERTISEMENT
"Kalau tidak diambil keputusan cepat, itu nanti akan membuat perusahaan tersebut makin lama makin tidak sehat. Padahal dalam waktu yang singkat kita bisa memperbaiki, cuma karena prosesnya belum jadinya tidak sehat. Akhirnya bukan jadi tidak sehat saja, malah bangkrut dan tutup," katanya kepada wartawan, Kamis (23/9).
Dia mengungkapkan untuk bisa menutup satu BUMN ataupun merger perlu waktu yang lama karena harus berkoordinasi dengan lintas kementerian. Waktu yang dibutuhkan bisa mencapai setahun.
"Karena itu kemarin saya di Krakatau Steel meminta dukungan dari Bapak Presiden RI Joko Widodo dan semua menteri, berilah kepercayaan kepada kami sebagai Kementerian BUMN untuk bisa menutup dan menggabungkan (merger) perusahaan BUMN dengan cepat," terang dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020