Kumparan Logo

7 Langkah BI Jaga Stabilitas Rupiah

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta, Selasa (8/4/2025). Foto: ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta, Selasa (8/4/2025). Foto: ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh

Bank Indonesia (BI) sudah menyiapkan langkah untuk menjaga stabilitas rupiah. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menuturkan ada 7 langkah yang akan dilakukan meliputi intervensi pasar valas sampai pengawasan pembelian USD.

Terkait intervensi di pasar valas, Perry menjelaskan BI akan melakukannya di dalam negeri maupun luar negeri melalui instrumen spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan offshore NDF di pusat keuangan global seperti Hong Kong, Singapura, London, dan New York.

“Kami terus akan melakukan intervensi untuk menstabilkan rupiah baik di dalam negeri maupun dari luar negeri. Cadangan devisa kami lebih dari cukup,” kata Perry di Istana Negara dikutip Rabu (6/5).

Langkah kedua, BI akan memperkuat aliran masuk modal asing melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) guna menutup outflow dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan saham. Selanjutnya, BI juga akan melanjutkan pembelian di pasar sekunder, yang hingga saat ini telah mencapai Rp 123,1 triliun secara year-to-date.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi melemah 19 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp15.573 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.554 per dolar AS, senin (31/10). Foto: Citro Atmoko/ANTARA

Keempat, BI akan menjaga likuiditas perbankan tetap longgar. Hal ini tercermin dari pertumbuhan uang primer yang mencapai 14,1 persen.

Selain itu, salah satu langkah yang juga penting adalah BI memperketat pembelian valuta asing tanpa underlying. Batas pembelian dolar yang sebelumnya USD 100.000 diturunkan menjadi USD 50.000 per orang per bulan, dan akan kembali ditekan menjadi USD 25.000.

“Sehingga pembelian dolar di atas USD 25.000 itu harus pakai underlying,” ujarnya.

BI juga mendorong penggunaan mata uang lokal, termasuk pengembangan pasar yuan-rupiah untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Keenam, BI juga akan memperkuat intervensi di pasar offshore NDF dengan melibatkan bank domestik agar pasokan likuiditas meningkat. Terakhir, BI akan meningkatkan pengawasan terhadap perbankan dan korporasi yang memiliki aktivitas pembelian dolar tinggi, bekerja sama dengan OJK.

video from internal kumparan