Bisnis
·
19 Mei 2021 14:22

7 Ribu UMKM Daftarkan Pekerja untuk Ikut Vaksinasi Gotong Royong

Konten ini diproduksi oleh kumparan
7 Ribu UMKM Daftarkan Pekerja untuk Ikut Vaksinasi Gotong Royong (44071)
searchPerbesar
Tenaga medis menyuntikkan vaksin kepada buruh dan pekerja di Jakarta, Selasa (4/5). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sudah mulai menjalankan program vaksinasi mandiri alias vaksinasi gotong royong. Setidaknya tercatat sebanyak 10 juta pekerja sudah didaftarkan oleh perusahaan untuk divaksin.
ADVERTISEMENT
Dalam acara sosialisasi Sentra Vaksinasi Gotong Royong hari ini, Ketua Kadin Rosan P Roeslani mengungkapkan total pekerja yang tercatat itu berasal dari 22.736 perusahaan. Hal yang menarik adalah tingginya tingkat partisipasi UMKM.
"Sekarang ada lebih dari 7 ribu UMKM yang mendaftar dari 22 ribu itu. Memang kita lihat UMKM yang mendapatkan tekanan karena covid cukup banyak, tapi banyak juga UMKM yang berjalan dengan baik dan mereka ingin berpartisipasi dengan gotong royong ini," ujar Rosan dalam virtual conference di sela acara sosialisasi, Rabu (19/5).
Rosan tidak merinci berapa banyak total pekerja UMKM yang didaftarkan. Dia hanya memberikan gambaran bahwa satu UMKM bahkan hanya memiliki 3 sampai 20 karyawan paling banyak.
7 Ribu UMKM Daftarkan Pekerja untuk Ikut Vaksinasi Gotong Royong (44072)
searchPerbesar
Tenaga medis menyuntikkan vaksin kepada buruh dan pekerja di Jakarta, Selasa (4/5). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
Menteri BUMN Erick Thohir yang juga hadir dalam acara ini, menyebut bahwa UMKM memang masuk dalam prioritas yang mendapatkan vaksin ini. Sebab usaha skala mikro ini dia yakini berpengaruh signifikan dalam perbaikan ekonomi.
ADVERTISEMENT
"Hari ini tentu juga sangat berbahagia karena memprioritaskan daripada UMKM. UMKM tulang punggung yang sangat penting, tidak mungkin tadi negara kita tidak melibatkan UMKM dalam penegakan daripada keseimbangan ekonomi berkelanjutan. Dan tentu kita berharap dengan sustainability UMKM ini bisa kembali menormalkan daripada kegiatan ekonomi secara bertahap," ujar Erick Thohir.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020