77 Juta Pekerja Informal Tak Terlindungi BPJamsostek, Baru 6 Juta yang Terdaftar

BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek mencatat per tahun 2022, tenaga kerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan mencapai 55,37 juta pekerja. Sementara tenaga kerja aktif tercatat hanya 35,86 juta pekerja dan pemberi kerja aktif mencapai 735.295 perusahaan.
Dari tenaga kerja aktif itu, ternyata hanya 17 persen atau 6.004.021 pekerja yang masuk kategori Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja informal. Padahal, mayoritas pekerja di Indonesia saat ini didominasi oleh pekerja informal.
Badan Pusat Statistik melaporkan, pada Februari 2023 penduduk yang bekerja pada kegiatan informal sebanyak 83,34 juta orang (60,12 persen), sedangkan yang bekerja pada kegiatan formal sebanyak 55,29 juta orang (39,88 persen).
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan meski porsi pekerja informal kecil, namun angka itu jauh lebih baik dibanding tahun 2021.
"Tahun lalu tingkat tenaga kerja aktif aktif BPU itu menunjukkan pertumbuhan terbesar dalam 9 tahun terakhir. Karena BPU selama ini belum banyak kita dorong untuk menjadi peserta dan tidak semua pekerja informal tahu bahwa mereka itu juga berhak mendapatkan perlindungan," kata Anggoro saat Public Expose Keuangan BPJS Ketenagakerjaan 2022 di Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Jumat (12/5).
Anggoro mengatakan, selama ini para pekerja mengira manfaat BPJamsostek hanya untuk pekerja kantoran saja. Saat ini, fokus BPJS Ketenagakerjaan adalah untuk memperluas kepesertaan dalam kategori pekerja informal. Terlebih data BPS menunjukkan ada pergeseran kategori pekerja setelah pandemi COVID-19.
"Sebelumya BPU belum terlalu kita jadikan fokus. Setelah COVID-19 terjadi shifting struktur pekerja, yakni 60 persen pekerja formal 40 persen pekerja informal. Begitu COVID-19 banyak terjadi PHK, pekerja formal beralih menjadi pekerja informal," kata dia.
"Sementara postur kepesertaan kita untuk pekerja informal saat itu baru sekitar 3-4 persen dari total 30 juta," sambungnya.
Melihat adanya pergeseran jenis pekerjaan itu, BPJS Ketenagakerjaan tahun ini akan fokus menyasar para pekerja informal yang belum mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Tahun ini BPJS Ketenagakerjaan menargetkan ada 46,35 juta pekerja aktif yang juga akan fokus menyasar para pekerja informal di dalam ekosistem desa, ekosistem pasar, pekerja rentan, hingga para pelaku UMKM.
"Tahun lalu dengan adanya trigger perbedaan pekerja formal ke informal, dan fakta banyak pekerja informal belum terlindungi maka kami punya strategi fokus pada kepesertaan informal," pungkasnya
