9 Perusahaan Siap IPO per November 2026, Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 9 perusahaan berada dalam antrean (pipeline) untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) per 6 November 2026.
Dikutip dari data resmi BEI pada Minggu, (8/11), 9 calon emiten tersebut terdiri dari 3 perusahaan beraset skala besar di atas Rp 250 miliar, 5 perusahaan skala menengah dengan aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sementara itu, 1 perusahaan lainnya masuk kategori skala kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar.
Berdasarkan sektor usaha, pipeline IPO didominasi oleh sektor kesehatan sebanyak 4 perusahaan. Selanjutnya, ada 2 perusahaan dari sektor energi, 1 perusahaan dari sektor finansial, serta 2 perusahaan dari sektor basic materials.
Sepanjang tahun 2026 berjalan, BEI mencatat sebanyak 7 perusahaan telah resmi melantai di bursa melalui IPO dengan total penghimpunan dana mencapai Rp 2,16 triliun.
Sementara pada pipeline obligasi dan sukuk, BEI mencatat ada 29 emisi dari 19 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) yang berada dalam antrean per 6 November 2026.
Sebanyak 19 calon penerbit EBUS berasal dari berbagai sektor, yakni 3 perusahaan dari sektor basic minerals, 3 perusahaan dari sektor energi, 4 perusahaan dari sektor finansial, 1 perusahaan sektor kesehatan, 1 perusahaan sektor industri, 5 perusahaan sektor infrastruktur, 1 perusahaan sektor properti, dan 1 perusahaan sektor transportasi.
Secara akumulatif, sepanjang 2026 telah diterbitkan sebanyak 156 emisi dari 67 penerbit EBUS dengan nilai dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 157,73 triliun.
Selain IPO dan EBUS, BEI mencatat 16 perusahaan telah merampungkan aksi korporasi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) bernilai total Rp 37,35 triliun. Hingga 6 November 2026, masih terdapat satu perusahaan sektor properti dan real estat yang tercatat dalam pipeline rights issue BEI.
