Ada 411 Konsumen Minta Refund ke Meikarta, Baru 13 yang Terima Uang
·waktu baca 2 menit

Jumlah konsumen Meikarta yang melakukan pelaporan terkait tuntutan kepada Meikarta terus meningkat. Meski demikian ada beberapa konsumen sudah mendapat pengembalian dana atau refund dari PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) atau Meikarta yang merupakan anak usaha Lippo Group.
Berdasarkan laman aduan BENAR-PKP milik Kementerian PKP, jumlah konsumen yang melakukan aduan sampai Kamis (22/5) mencapai 567 orang. Dari jumlah ini, sebanyak 411 orang di antaranya menuntut pengembalian uang, namun baru 13 orang tersebut sudah mendapatkan refund dengan total klaim sebesar Rp 3,54 miliar.
Beberapa penerima refund dari Meikarta mengaku masih ada kekurangan pembayaran. Kekurangan tersebut disebut berasal dari pembayaran PPN dan booking fee yang belum di refund. Meski begitu, langkah refund ini tetap dihargai oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
“Kalau masih ada dispute, yes. Ada perbedaan. Tadi yang ini PPN, ada yang booking fee apa segala macam itu ya. Tapi ada itikad baik (Lippo) karena waktu itu kan janjinya 3 bulan ya. Jadi 1 bulan sudah melakukan pembayaran,” kata sosok yang akrab disapa Ara itu saat bertemu konsumen Meikarta dan CEO Lippo Group James Riady di Wisma Mandiri 2, Jakarta Pusat pada Kamis (22/5).
Untuk tenggat pembayaran refund kepada konsumen, sejak 23 April 2025 lalu disepakati Meikarta harus membayar refund sampai 23 Juli 2025.
Sebanyak 13 konsumen yang sudah mendapat refund merupakan konsumen yang melapor pada kloter pertama di laman BENAR-PKP termasuk 124 orang lainnya. Di kloter pertama, nilai klaim dari berbagai tuntutan baik refund maupun bukan mencapai Rp 30,619 miliar.
Selain tuntutan refund, dari 567 penuntut 13 di antaranya meminta refund atau serah terima unit, 54 lainnya meminta serah terima unit, 55 lainnya meminta pengelolaan terkait Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) dan 34 lainnya dalam proses konfirmasi.
“Untuk melakukan proses begini enggak mudah, saya percaya. Ya, proses begini jangan dipikir gampang, gitu ya. Lihat aja checklist-nya tadi sebanyak. Ya, jadi tidak mudah melakukan checklist ini,” ujar Ara.
