Kumparan Logo

Ada Ekspektasi Tambahan Stok dari China, Malaysia Turunkan Harga BBM Nonsubsidi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi SPBU di Malaysia. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi SPBU di Malaysia. Foto: Shutterstock

Malaysia menurunkan harga BBM nonsubsidi mereka. Hal itu salah satunya dipengaruhi oleh adanya ekspektasi tambahan pasokan dari China.

Berdasarkan Automatic Pricing Mechanism (APM), harga eceran BBM RON 97 dan RON 95 di Malaysia masing-masing turun sebesar 30 sen per liter. Sementara itu, harga eceran diesel tanpa subsidi turun sebesar 10 sen per liter.

“Meskipun harga minyak mentah Brent tetap berada di atas USD 100 per barel, harga produk minyak bumi hasil penyulingan di pasar regional mulai melandai selama periode penghitungan APM. Penurunan harga ini didorong oleh ekspektasi peningkatan pasokan dari China, yang didukung oleh produksi berkelanjutan dari negara-negara Asia lainnya,” tulis keterangan resmi Kementerian Kewangan Malaysia (MOF) pada Kamis (22/10).

Terkait penurunan harga itu, penetapan waktu berlaku dilakukan untuk periode 22 Oktober hingga 28 Oktober 2026.

Dengan demikian, harga BBM RON 97 ada pada RM 4,80 per liter atau turun 30 sen dari harga sebelumnya pada RM 5,10 per liter. Sementara harga BBM RON 95 berada pada angka RM 4,32 per liter atau turun 30 sen dari RM 4,62 per liter sebelumnya.

Bergeser ke diesel, harganya saat ini ada pada angka RM 5,07 per liter atau turun 10 sen dari RM 5,17 per liter sebagai harga sebelumnya.

Meski turun, Kementerian Kewangan Malaysia menyebut harga minyak dunia memang saat ini masih tetap tinggi dan diproyeksi akan terus berfluktuasi.

video story embed

“Harga minyak mentah yang tetap tinggi mencerminkan risiko gangguan pasokan akibat konflik geopolitik yang masih berlangsung. Dalam jangka menengah, harga minyak dunia diperkirakan tetap berfluktuasi,” tulis keterangan tersebut.

Sementara untuk BBM subsidi atau BUDI MADANI RON 95, para penerima subsidi tetap membayar RM 1,99 per liter. Dalam harga tersebut, pemerintah Malaysia menanggung subsidi sebesar RM 2,33 per liter atau setara dengan 54 persen dari harga tanpa subsidi.

Sementara itu, untuk BUDI MADANI Diesel, para penerima subsidi tetap membayar RM 2,10 per liter. Dengan demikian, pemerintah Malaysia memberikan subsidi sebesar RM 2,97 per liter atau 59 persen dari harga tanpa subsidi.

“Melalui BUDI95 dan BUDI Diesel, masyarakat Malaysia yang memenuhi syarat tetap dapat membeli RON 95 dan diesel bersubsidi menggunakan MyKad, dengan tunduk pada batas kelayakan bulanan,” tulis keterangan itu.

Meskipun pasokan bahan bakar nasional saat ini tetap mencukupi, pemerintah Malaysia mengimbau masyarakat Malaysia untuk terus menggunakan bahan bakar secara bijak.