Kumparan Logo

Ada Fenomena Gagal Bayar: SPaylater Dorong Edukasi dan Literasi Pengguna

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Shopee PayLater Indonesia, Anggie Ariningsih menghadiri gelaran Media Gathering Pertumbuhan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia di Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Shopee PayLater Indonesia, Anggie Ariningsih menghadiri gelaran Media Gathering Pertumbuhan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia di Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Shopee Paylater Indonesia atau SPayLater buka suara soal ramainya fenomena gagal bayar (galbay) yang merebak di masyarakat dan di media sosial.

Direktur SPayLater Indonesia, Anggie Ariningsih mengatakan agar masyarakat utamanya nasabah pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) tidak menghiraukan seruan tersebut.

Menurut dia galbay memang menyelesaikan masalah jangka pendek, namun bisa mempengaruhi kredibilitas nasabah atau konsumen BNPL.

“Gagal bayar itu mungkin short solution for now, tapi itu akan sangat membawa kredibilitas kita terbawa sampai kapanpun dan itu tidak baik untuk kita nantinya. Jadi tolong jangan didengarkan yang namanya gagal bayar,” tutur Anggie dalam gelaran Media Gathering Pertumbuhan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia, di Jakarta Selatan, Kamis (30/10).

Anggie mengimbau masyarakat agar senantiasa membayar tagihan tepat waktu dan menggunakan paylater secara bijak dengan mengajukan pinjaman sesuai dengan kemampuan ekonomi.

“Anjuran dari kami kepada masyarakat Indonesia, ayo bayar tagihannya tepat waktu dan ayo ambil pinjaman sesuai dengan kemampuan membayar,” imbuhnya.

Meski demikian, Anggie juga mengakui perilaku konsumen terus berkembang seiring perubahan daya beli masyarakat yang dinamis. Dengan demikian untuk mencegah semakin maraknya potensi galbay terjadi SPayLater memperkuat pemantauan risiko sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat.

Melalui dua langkah tersebut, Anggie berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga reputasi finansial.

“Kami sangat memperkuat risk monitoring dan juga meningkatkan edukasi yang berkelanjutan, agar masyarakat Indonesia lebih aware bahwa gagal bayar itu bukan pilihan. Jadi sebelum gagal bayar, kita bisa mengontrol bagaimana kita juga mempergunakan layanan SPayLater,” tutupnya.

Sebelumnya ramai di media sosial TikTok tips untuk galbay, video-video tersebut ditonton oleh puluhan ribu orang dan disukai oleh belasan ribu orang.

instagram embed