Ada Gunung Emas Raksasa di Dekat Grasberg, Kok Malah Ditinggal Freeport?

22 September 2021 10:47
·
waktu baca 3 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Lokasi tambang Freeport Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi tambang Freeport Foto: Reuters
Bukan hanya Grasberg, masih ada wilayah lain yang kaya akan emas di Papua, yaitu Blok Wabu di Kabupaten Intan Jaya. Lokasinya berjarak 40 kilometer di sebelah utara Grasberg. Dulunya, Blok Wabu masuk dalam wilayah tambang PT Freeport Indonesia berdasarkan Kontrak Karya (KK) yang ditandatangani pada 1991.
Dalam KK tersebut, luas wilayah eksplorasi Freeport mencapai 200 ribu hektare yang terdiri dari Blok A dan Blok B. Wabu termasuk dalam Blok B, sedangkan Grasberg masuk dalam Blok A.
Saat melakukan eksplorasi, Freeport sebenarnya menemukan kandungan emas yang menjanjikan di Blok Wabu. Berdasarkan pendataan yang dilakukan saat itu, potensi sumber dayanya mencapai 8,1 juta troy ounce. Tapi pada akhirnya, wilayah itu tak dijamah dan malah dilepaskan oleh Freeport. Padahal Freeport sudah mengeluarkan biaya besar, sekitar US 170 juta, untuk eksplorasi Blok Wabu.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengungkapkan bahwa pihaknya melepaskan Blok Wabu bukan karena wilayah itu tidak menarik. Hanya saja, Freeport memilih untuk memfokuskan sumber dayanya pada Grasberg.
"Kami tidak tertarik untuk menambang di situ. Bukan karena Wabu tidak berpotensi, tapi kami fokus di Grasberg," kata Tony dalam diskusi dengan para pimpinan media massa, Selasa (21/9).
Tony Wenas di Komisi VII DPR RI, Rabu (17/10) Foto:  Ema Fitriyani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tony Wenas di Komisi VII DPR RI, Rabu (17/10) Foto: Ema Fitriyani/kumparan
Meski menemukan cadangan emas, Freeport mengembalikan Blok Wabu kepada pemerintah. Secara resmi, Blok Wabu diserahkan kembali ke pemerintah pada 21 September 2018 saat penandatanganan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang memperpanjang izin Freeport di Grasberg hingga 2031.
"Bahkan sebelum 2018, kami sudah menyatakan kepada pemerintah untuk melepaskan Blok Wabu. Pada praktisnya kami sudah menyerahkan kepada pemerintah, namun belum ada persetujuan resmi dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM. Baru secara resminya dinyatakan dalam IUPK kita tanggal 21 September 2018 yang menyebutkan wilayah tambang kita hanya 9.900 sekian hektare yang dulunya dikenal dengan Blok A, Blok B sudah tidak ada lagi. Dengan wilayah penunjang 106 ribu hektare," papar Tony.
Menurut informasi yang diperoleh dari MIND ID, kadar emas dalam bijih emas yang bisa digali di Blok Wabu, diperkirakan cukup tinggi. Rata-rata kadar emas dalam satu ton bijih emas yang digali sekitar 2,17 gram. Bahkan, di beberapa spot, ada yang sampai 72 gram per 1 ton bongkahan bijih emas. Ini sangat jauh lebih besar dibanding kandungan emas di Grasberg, yang hanya memiliki rata-rata 1 gram per 1 ton bijih emas.
Suasana tambang emas Freeport Foto: REUTERS/Muhammad Adimaja/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Suasana tambang emas Freeport Foto: REUTERS/Muhammad Adimaja/Antara Foto
Hingga saat ini, belum diketahui siapa yang akan mengelola gunung emas Blok Wabu ini. Saat ditanya apakah pemerintah pernah meminta Freeport untuk mengelola Blok Wabu ini, Tony mengaku tidak pernah. Menurut Tony, siapa pun yang nanti mengelola Blok Wabu, akan memperoleh tantangan berat, karena hingga saat ini tidak ada akses atau jalur yang memadai menuju blok tersebut.
Sebelumnya pada 2020 lalu, PT Aneka Tambang Tbk atau Antam pernah diminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengelola Blok Wabu. Antam juga telah menyatakan kesiapannya. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan soal ini.