Kumparan Logo

Ada Jalan Pansela, PUPR Tak Terburu-Buru Bangun Tol Bandung - Cilacap

kumparanBISNISverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto. Foto: Resya Firmansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto. Foto: Resya Firmansyah/kumparan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tak akan terburu-buru membangun Tol Gedebage Bandung-Tasikmalaya-Cilacap yang semula ditarget dapat mulai dibangun tahun depan.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto menyampaikan, hal tersebut dilakukan karena memperhatikan adanya jalur jalan Pantai Selatan Jawa (Pansela) yang segera selesai.

“Kan kita punya Pansela. Pansela itu kan jalannya bagus,” jelasnya di Kementerian PUPR, Jakarta, Sabtu (9/11).

Ilustrasi pembangunan jalan tol. Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto

Menurut dia jika akan dibangun tol maka rutenya hanya akan menyambungkan Gedebage Bandung dengan Tasikmalaya terlebih dulu. Sisanya, masyarakat diarahkan melintasi jalur jalan Pansela.

“Itu paling Cuma sampai Ciamis-Garut-Tasikmalaya aja dulu. Terus yang lewat Pansela siapa kalau sudah jadi,” beber Sugiyartanto.

Dia menyebut jika pembangunan Tol Gedebage Bandung-Cilacap dipaksakan, dikhawatirkan badan usaha jalan tol akan merugi. Menengok jalur jalan Pansela diprediksi banyak diminati masyarakat.

“Nanti kalau semua dibangun tol, nanti tolnya enggak laku kan rugi. Mungkin dibangun tapi bertahap,” katanya.

Adapun jalur jalan Pansela yang dibangun Kementerian PUPR memiliki total panjang 1.405 km yang membentang menyusuri garis tepi pantai selatan dari wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta hingga Jawa Timur.