Ada Jembatan Suramadu, Jumlah Kapal Surabaya-Madura Turun 81 Persen

Indonesian National Shipowners Association (INSA) atau Asosiasi Pengusaha Pelayaran mencatat sejak Jembatan Suramadu dioperasikan, jumlah kapal yang menghubungkan Surabaya-Madura turun sebesar 81 persen.
Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat INSA, Carmelita Hartoto, jumlah kapal sebelum Jembatan Suramadu dioperasikan di 2009 sebanyak 16 unit. Saat ini jumlah kapal yang beroperasi hanya tersisa 3 unit.
“Menurut informasi hanya tinggal 3 kapal saja yang melakukan operasi di sana,” ujarnya kepada kumparan, Minggu (28/10).
Dia menyebut, 3 kapal tersebut hingga kini masih dioperasikan karena warga yang menuju Kamal Bangkalan Madura dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, atau sebaliknya, masih memandang jalur laut lebih cepat.
Namun begitu, menurut Carmelita, kapal yang masih beroperasi tersebut terus mengalami kerugian. Dari 3 kapal itu, sebanyak 2 kapal di antaranya dimiliki oleh PT ASDP Indonesia Ferry, sedang 1 kapal sisanya miliki swasta.
“Penggratisan Jembatan Suramadu ini yang dilakukan Presiden Jokowi ini jadi tantang baru untuk operator penyebrangan untuk mempertahankan bisnisnya,” ucap Carmelita.

Dia pun mendorong agar operator penyebrangan dibantu pemerintah untuk mengembangkan layanan dan fasilitas di dalam kapal. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menarik minat masyarakat menggunakan kapal penyebrangan.
“Kelangsungan operasional ketiga kapal inii saya kira perlu dipertahankan. Karena Jembatan Suramadu juga kan memiliki keterbatasan berat kalau angkut logistik,” bebernya.
