Kumparan Logo

Ada KA Feeder, Kereta Cepat dari Stasiun Halim ke Stasiun Bandung Hanya 50 Menit

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Stasiun Padalarang. Foto: Dok. KCIC
zoom-in-whitePerbesar
Stasiun Padalarang. Foto: Dok. KCIC

Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) akan terintegrasi dengan Kereta Api (KA) Feeder di Stasiun Padalarang. Integrasi itu untuk mempermudah penumpang kereta cepat menuju Stasiun Cimahi atau Stasiun Bandung.

Adanya koneksi kedua transportasi berbasis rel tersebut akan mengkoneksikan Stasiun Halim ke Stasiun Padalarang lalu ke Stasiun Bandung ditempuh dalam 50 menit. General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengungkapkan berbagai persiapan dan penyempurnaan terus dilakukan KCIC, termasuk terkait aksesibilitas dan integrasi antarmoda.

"Stasiun KA Cepat Padalarang dengan Stasiun KA Padalarang langsung terkoneksi dan terhubung sehingga memudahkan penumpang untuk berpindah moda. Penyediaan KA Feeder ini merupakan hasil kolaborasi bersama KAI dalam rangka peningkatan konektivitas serta layanan transportasi yang seamless dan nyaman bagi penumpang KA Cepat," ujar Eva melalui keterangan tertulis, Selasa (5/9).

Di Stasiun Padalarang, tersedia KA Feeder yang akan berhenti di Stasiun Cimahi dan Stasiun Bandung. Perjalanan dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Bandung akan memakan waktu sekitar 20 menit. Ditambah perjalanan KA Cepat Halim ke Padalarang yang hanya 30 menit. Maka, total perjalanan dari Stasiun kereta cepat Halim menuju Stasiun Bandung adalah 50 menit.

Senior Manager DAOP I PT KAI, Eva Chairunisa. Foto: Maulana Ramadhan/kumparan

"Bagi masyarakat yang ingin menuju pusat Kota Bandung bisa memanfaatkan KA Feeder yang jadwalnya menyesuaikan perjalanan KA Cepat. Cukup turun di stasiun KA Cepat Padalarang dan beralih ke KA Feeder, penumpang sudah bisa menuju Stasiun Bandung maupun Stasiun Cimahi," ujar Eva.

Selain KA Feeder, masyarakat juga bisa memanfaatkan Commuterline Bandung Raya, Trans Metro Pasundan Rute Alun-Alun - KBP, Damri Rute Alun – Alun Bandung – Situ Ciburuy (Via Cimahi) dan Rute usulan St. Padalarang –Lembang oleh KBB, serta angkutan perkotaan Rute Padalarang - Rajamandala, Rute Padalarang – Cimahi –Leuwipanjang, dan rute Padalarang - Cimahi.

"Integrasi antarmoda ini bisa terwujud berkat adanya dukungan dari Kemenko Marves, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Pemerintah Daerah dan para operator angkutan umum. Dengan kolaborasi ini, diharapkan stasiun-stasiun KA Cepat bisa dengan mudah diakses dan dijangkau oleh masyarakat," ungkap Eva.

Kereta Cepat relasi Jakarta-Bandung (KCJB). Foto: Dok. KCIC

Untuk memastikan kelancaran perjalanan kedua kereta api tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga sempat melakukan uji coba perjalanan terintegrasi dari Stasiun Halim menuju Stasiun Bandung menggunakan KA Cepat dilanjutkan dengan KA Feeder

Selain Menhub, hadir pula dalam kegiatan tersebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri 2 BUMN Rosan Roeslani, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Septian Hario Seto, dan para pemimpin redaksi media

Dalam kesempatan itu, Menhub menyebutkan bahwa uji coba ini bagian dari rangkaian penyempurnaan layanan kereta cepat jelang pengoperasiannya nanti secara reguler.

“Kami bersama KCIC terus berupaya melakukan penyempurnaan dengan melakukan serangkaian uji coba. Mudah-mudahan uji coba berjalan lancar dengan hasil yang baik, sehingga sudah bisa digunakan masyarakat pada bulan Oktober 2023,” ujar Budi Karya.