Ada Keterwakilan Indonesia Timur di 5 Seri Uang Rupiah Emisi 2022
ยทwaktu baca 3 menit

Keberagaman dan kekayaan Indonesia merupakan salah satu yang ditonjolkan dalam setiap uang Rupiah. Seperti pada edisi terbaru, dari 7 seri pecahan uang Rupiah, 5 di antaranya mewakili bagian Timur Indonesia.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Causa Iman Karana, mengaku bangga pada uang rupiah kertas emisi baru Tahun Emisi (TE) 2022 memuat keberagaman Indonesia.
"Kita beruntung dalam mata uang emisi baru dari 7 seri yang diedarkan, setidaknya ada 5 seri keterwakilan Indonesia timur di sana," ujar Cik dalam acara Festival Rupiah Berdaulat Indonesia, Sabtu (20/8).
Dia merinci, pada pecahan Rp 100.000 memuat Raja Ampat di Papua Barat. Lalu dalam pecahan Rp 50.000 terdapat Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur.
Kemudian pada pecahan uang Rp 20.000, yang mencantumkan foto Sam Ratulangi, seorang pahlawan kemerdekaan sekaligus Gubernur pertama di Sulawesi. Lalu pecahan Rp 10.000 juga memuat Taman Nasional Wakatobi di Sulawesi Tenggara.
Sementara pada pecahan Rp 1.000, terdapat pemandangan Banda Neira di Maluku. Banda Neira merupakan tempat bersejarah di mana banyak pahlawan diasingkan di sana dan juga sebagai tempat penghasil rempah-rempah.
"Kita merasa terima kasih atas desain mata uang yang memberikan keterwakilan kami di Timur dalam pecahan uang," ungkap Cik.
Cik menambahkan, uang kertas edisi khusus pecahan Rp 75.000 memuat gambar Jembatan Youtefa di Jayapura. Ia menilai, hal tersebut merupakan kehormatan bagi masyarakat di Indonesia Timur.
BI Pastikan Rupiah Jadi Alat Pembayaran di Perbatasan Indonesia
Cik memastikan mata uang rupiah beredar di seluruh wilayah Sulawesi, Maluku, Papua dan juga NTT. Lebih lanjut, secara geografis hampir separuh bagian dari Indonesia merupakan wilayah Indonesia Timur.
Menurut dia, posisi Indonesia Timur sangat strategis karena berbatasan dengan negara tetangga dan benua. Di bagian utara Indonesia Timur berbatasan langsung dengan Filipina.
Sedangkan pada bagian timur berbatasan dengan Papua New Guinea (PNG) dan wilayah NTT berbatasan bersama Timor Leste serta laut Australia.
"Oleh karena itu, kami harus memastikan bahwa uang rupiah harus berada di ujung ataupun perbatasan Indonesia, sehingga kita tetap berdaulat," pungkas Cik.
Cik juga mengungkapkan tantangan menjaga rupiah di perbatasan sangat sulit. Kalau di wilayah utara tempat Pulau Talaud berada, BI harus mengedarkan rupiah menggunakan kapal laut selama 16 jam.
Belum lagi, topografi di wilayah Papua di mana untuk mengantarkan uang harus menggunakan pesawat. Akan tetapi, pesawat tersebut hanya memuat 9 orang dan terkadang tidak bisa terbang akibat berbagai kendala yang dihadapi di landasan.
"Bagaimana pun ceritanya, kita harus pastikan uang ada di sana," ujarnya.
