Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Ada Perang Dagang, Ekspor Industri Furnitur Ditargetkan Sentuh USD 2,1 Miliar
10 Maret 2025 19:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Pengusaha industri mebel dan furnitur menargetkan ekspor industri mebel capai USD 2,1 miliar atau setara dengan Rp 34, 21 triliun (dengan kurs Rp 16.295 per dolar AS) pada tahun ini.
ADVERTISEMENT
Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur mengatakan angka ini naik sekitar 12 persen dari ekspor industri furnitur pada 2020 lalu. Selain itu, angka ini juga dibidik setelah mempertimbangkan kondisi geopolitik saat ini.
“Dengan gonjang-ganjing seperti ini, harusnya bisa mencapai 8 persen sampai 12 persen dari pertumbuhan tahun 2020. Mestinya sih sudah bisa tembus ke angka USD 2,1 billion gitu ya, untuk sampai akhir 2025,” kata Abdul dalam konferensi pers Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2025, Jakarta International Expo (JiExpo).
Target ekspor produk industri mebel sebesar USD 2,1 miliar sepanjang 2025 ini lebih rendah dari ekspor industri ini sepanjang 2024 yang capai USD 2,4 miliar.
Abdul menyoroti adanya perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan berbagai negara seperti China, Meksiko dan Kanada.
ADVERTISEMENT
Meskipun dia juga melihat adanya peluang bagi ekspor produk mebel Indonesia ke pasar AS. Dia melihat, tingginya tarif impor untuk China, bisa membuat perekonomian AS melaju.
Sementara, AS merupakan pasar terbesar bagi ekspor industri mebel Indonesia, yaitu sekitar USD 250 juta setiap tahunnya. “Jadi kalau Amerika Serikat itu mengalami pertumbuhan lantaran ada tarif yang diberikan ke negara China, itu sepertinya bagus (untuk permintaan dari AS),” tutur Abdul.
Selain itu, Abdul juga optimistis gelaran IFEX 2025 bisa menyumbang 60 persen dari total ekspor industri furnitur secara nasional pada 2025. Abdul menargetkan transaksi lanjutan IFEX 2025 bisa capai USD 1 miliar.
Sementara, untuk transaksi on the spot yang dicatatkan sepanjang gelaran IFEX 2025 pada 6-9 Maret 2025 ini capai USD 350 juta atau setara dengan Rp 5,70 triliun.
ADVERTISEMENT
“Transaksi itu sudah capai USD 350 juta Indonesia, transaksi selama 4 hari pameran. Biasanya transaksi yang lebih besar itu terjadi mungkin dalam 4 bulan ke depan,” tuturnya.
Abdul menuturkan, HIMKI juga telah membidik angka ekspor industri mebel capai angka USD 5 miliar hingga 6 miliar pada 2030 mendatang.
“Target 2030 USD 5 miliar, sebetulnya malah USD 6 miliar target kita, sampai 2030,” imbuhnya.
Dari sisi negara, gelaran IFEX tahun ini didominasi oleh pembeli dari Eropa, lalu China kemudian Amerika, Australia dan India. Abdul menyayangkan, sebagai target ekspansi pasar berikutnya, pembeli Timur Tengah belum terlihat memenuhi gelaran IFEX tahun ini.