Ada Program Sewa Baterai, Biaya Konversi Motor Listrik Bisa Dipangkas
·waktu baca 2 menit

Pemerintah menawarkan konsep sewa baterai untuk memangkas biaya konversi motor listrik. Skema sewa baterai tersebut ditargetkan akan memotong biaya konversi hingga Rp 8 juta.
Target tersebut ditambah dengan adanya program bantuan pemerintah sebelumnya senilai Rp 7 juta. Sehingga masyarakat diperkirakan cukup membayar sekitar Rp 2 juta untuk mengonversi motor BBM ke motor listrik.
Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (BBSP KEBTKE), Senda Hurmuzan Kanam, mengungkapkan skema sewa baterai tersebut telah berjalan di Bali.
"Dari Rp 15 juta biaya konversi itu Rp 7 juta sudah dapat bantuan pemerintah, sisanya yang Rp 8 juta itu kan komponen terbesarnya itu adalah baterai, sekitar Rp 7 juta sampai Rp 8 juta. Dengan ada fasilitas baterai swap atau penukaran baterai, masyarakat tidak perlu bayar sampai Rp 8 juta lagi," kata Senda melalui keterangan tertulis usai Roadshow Program Konversi Motor Listrik di Bali, dikutip pada Senin (31/7).
"Mungkin Rp 1 juta sampai Rp 2 juta saja selisihnya karena baterainya sudah disediakan melalui swap oleh bengkel yang bekerja sama dengan operator swap baterai," tambahnya.
Senda memperkirakan biaya untuk sewa baterainya sekitar Rp 300.000 per bulan atau Rp 10.000 per hari. Jadi masyarakat bisa menukar tanpa harus bayar listriknya.
Angga selaku perwakilan Electric Wheel yang merupakan salah satu penyedia fasilitas baterai swap, mengatakan saat ini di Bali sudah tersedia 22 operator baterai merk swap.id dan Oyka, di antaranya Alfamart, Coco Mart, Plaza Renon, dan Circle K.
"Kalau swap.id sudah ada 100 di Circle K tapi masih area sarbagita, kalau OIKA sudah mau ada 40 sarbagita bahkan sampai ke Buleleng. Jadi kalau teman-teman di Bali Kalau mau pulang kampung ke Buleleng lengkung ke Bangli ke Tabanan aman karena tidak ada penurunan baterai jadi jarak tempuhnya nggak terbatas," tutur Angga.
Ke depan, skema sewa baterai ini diharapkan dapat meningkatkan animo masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam program konversi motor listrik. Sehingga mampu mendukung target pemerintah sebanyak 50.000 unit motor konversi di tahun 2023 dan 150.000 unit di tahun 2024.
