Ada Sengketa, Proyek Gedung Pencakar Langit Milik Surya Paloh Terancam Mangkrak?

Proses pembangunan proyek gedung Indonesia One atau Indonesia 1 di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, saat ini ikut terdampak pandemi COVID-19. CEO Media Group, Mohammad Mirdal Akib, menyebut sebenarnya pengerjaan proyek bernilai Rp 8 triliun itu sudah mencapai 70 persen.
“Sekarang status gedung itu progresnya adalah sudah 70 persen. Gedung tersebut adalah green building jadi gedung yang akan menerapkan teknologi green jadi sangat efisien dan hemat,” kata Mirdal saat konferensi pers secara virtual, Senin (9/8).
Mirdal mengungkapkan fasilitas gedung Indonesia 1 juga disebut sebagai bintang tujuh. Sayangnya, proses penyelesaian pembangunan harus ikut terdampak pandemi COVID-19 yang sampai saat ini masih berlangsung.
“Mulai terkendala itu begitu pandemi pembangunan kemudian disetop, beberapa karyawan utama dari China Sonangol kemudian dipanggil, ditarik lagi kembali China dan kemudian hingga akhirnya proyek ini mengalami kemacetan,” ujar Mirdal.
Belum diketahui kapan pastinya proyek gedung Indonesia 1 bakal segera digarap lagi. Proyek tersebut sudah dimulai pada awal Januari 2015. Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara langsung yang melakukan peletakan batu pertama pembangunan.
Gedung Indonesia 1 yang dibangun di Jalan MH Thamrin tersebut terdiri dari 7 lantai basement, 58 lantai North Tower, dan 57 lantai South Tower. Total lantai 306,000 sqm, di atas luas tanah 18,900 sqm.
Rencananya pembangunan dilangsungkan selama 48 bulan atau ditargetkan selesai tahun 2019. Namun kenyataannya sampai saat ini belum rampung.
Selain karena pandemi COVID-19, pembangunan gedung Indonesia 1 terkendala karena adanya kisruh atau sengketa internal. PT Media Property Indonesia (MPI) atau anak usaha Media Group melaporkan PT China Sonangol Media Investment (CSMI) ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan dan penggelapan investasi.
