Ada SPBE Meledak, Pertamina Akui Sulit Bedakan LPG dari Agen Resmi & Oplosan

12 Juni 2024 16:13 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gudang LPG di Bali terbakar. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gudang LPG di Bali terbakar. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, mengakui pihaknya sulit membedakan antara LPG dari agen resmi dan LPG oplosan. Hal ini menjawab pertanyaan anggota DPR soal maraknya gudang yang mengoplos LPG.
ADVERTISEMENT
“Kalau untuk membedakan, sampai saat ini membutuhkan effort untuk membedakan yang mana (LPG) keluar dari agen resmi dan juga yang mana merupakan oplosan. Betul, sangat sulit untuk membedakan,” ujar Riva saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Rabu (12/6).
Riva menjelaskan, pengawasan LPG dilakukan melalui verifikasi volume LPG secara rutin bulanan bersama-sama dengan Ditjen Migas.
“Untuk pemda bukan tidak memiliki (kewenangan pengawasan), kami melakukan berdasarkan aturan dan bersama-sama dengan Ditjen Migas, dan juga melibatkan pemda,” tutur Riva.
Sebuah gudang pengoplos LPG di Jalan Cargo Permai, Denpasar, Bali meledak pada Minggu (9/6). Akibatnya, 5 orang telah meninggal dunia.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan mencatat terjadi kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada masa mudik Hari Raya Idul Fitri 1445 H. Foto: Pertamina
Sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP, I Nyoman Parta menemukan terdapat para agen yang menjual LPG oplosan lebih murah dari rata-rata harga pasaran.
ADVERTISEMENT
“Agen di daerah Bali, ada agen yang boleh menyalurkan LPG 3 kg dan boleh menyalurkan 12 kg dan 50 kg. Setelah agen gas 3 kg dioplos, diambil oleh agen yang komersial,” kata Nyoman.
Nyoman menyebut gas oplosan 12 kg dan 50 kg dijual oleh agen resmi. Ia menanyakan aturan pengawasan Pertamina terhadap LPG oplosan.
“Adakah pengawasan Pertamina yang membedakan gas tabung 12 kg resmi di SPBE dengan gas 12 kg dan 50 kg yang hasil pengoplosan. Ada enggak bedanya? Bisa enggak dibedakan?” tuturnya.