ADB Buka Suara soal Proyek IKN, Bisakah Pemerataan Ekonomi Terwujud?
·waktu baca 2 menit

Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) memberikan tanggapan soal proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang diprakarsai Presiden Jokowi.
Country Director ADB Indonesia, Jiro Tominaga, mengatakan proyek IKN saat ini belum bisa disimpulkan seperti apa dampak yang akan dirasakan dari proyek tersebut.
"Saya pikir terlalu dini bagi kami untuk mengambil kesimpulan bagaimana ini akan berdampak terhadap ekonomi di Indonesia," kata Jiro di kantor ADB Indonesia pada Kamis (14/12).
Kendati demikian, Jiro memahami tujuan pemerintah Indonesia memindahkan Ibu Kota adalah demi pemerataan ekonomi di Tanah Air. Menurutnya hal ini harus direalisasikan.
"Saya memahami salah satu fokus insipiration dari pemindahan ibu kota ini untuk mendistribusikan manfaat dari ekonomi, dan saya berharap hal itu terjadi," katanya.
Jiro menyebut tujuan ADB turun tangan dalam pembangunan IKN ini adalah untuk membantu mewujudkan cita-cita pemerintah Indonesia dalam menciptakan IKN sebagai kota dengan energi hijau.
“Fokus kita membantu merencanakan dan mengurangi dampak membantu mereka (pemerintah) berpikir mengurangi dampak sosial dan lingkungan,” tambah Jiro.
Adapun ADB dan Otorita IKN merampungkan nota kesepahaman (MoU) yang membuka jalan bagi kerja sama perencanaan dan pembangunan IKN Nusantara sebagai kota hutan yang netral karbon.
Kesepakatan tersebut diteken hari ini, Jumat (5/5), di sela Rapat Umum Tahunan ADB ke-56, antara Ketua Badan Otorita IKN Bambang Susantono, dengan Wakil Presiden ADB Ahmed M. Saeed.
Berdasarkan MoU tersebut, ADB dan Pemerintah Indonesia berkomitmen bekerja sama memastikan pengembangan IKN Nusantara dirancang dengan baik, dengan dampak lingkungan yang minimal dan target emisi bersih nol pada 2045.
MoU tersebut mengkonfirmasikan lebih lanjut upaya bersama ADB dan Indonesia memobilisasi potensi pembiayaan dari fasilitas pembiayaan iklim dan kerja sama pemerintah dan swasta, guna mendorong pembangunan Nusantara yang inklusif dan berkelanjutan.
"Nusantara merupakan kesempatan unik untuk meneruskan praktik terbaik internasional dalam perencanaan, pembangunan, dan pembiayaan sebuah kota," kata Ahmed M. Saeed.
"ADB senang dapat mendukung Otorita Ibu Kota Nusantara dalam mengembangkan rencana yang efektif guna merealisasikan visinya, yaitu kota hutan yang pintar dan netral karbon," kata dia.
