Kumparan Logo

AHY Ingin Ubah Tumpukan Sampah di RI Jadi Energi Listrik

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono di Kantor IFC, Jakarta, Rabu (23/4/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono di Kantor IFC, Jakarta, Rabu (23/4/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggandeng Internasional Finance Corporation (IFC) dan World Bank atau Bank Dunia, untuk menangani permasalahan sampah di Tanah Air yang terus menggunung.

AHY mengungkapkan sampai saat ini sudah ada banyak lokasi yang dinilai darurat sampah, tetapi minim infrastruktur penanganannya. Menurutnya, Indonesia harus mulai memisahkan penanganan sampah dengan teknologi dan infrastruktur yang memadai.

"Saya ulangi infrastruktur untuk memisahkan, mengolah sampah, menghancurkan sampah termasuk mengkonversinya menjadi listrik, di mana ini adalah sebagai salah satu solusi utama negara-negara di dunia," kata AHY kepada wartawan di Kantor IFC, Jakarta, Rabu (23/4).

AHY menjelaskan Indonesia masih perlu penguatan dari sisi regulasi terkait penanganan sampah. Termasuk, harus memilih teknologi yang cocok dengan skala masing-masing daerah.

"Contohnya Jakarta ini kan setiap hari memproduksi 8.000 ton sampah, ada kota-kota besar yang di atas 1.500-2.000 ton per hari tapi ada juga yang kabupaten kota yang lebih kecil, tentu skala itu juga berpengaruh pada pilihan kebijakan," ujar AHY.

AHY mengungkapkan kerja sama antara IFC dan World Bank ini memiliki output yakni rekomendasi kebijakan. Sebab, kata dia, pemerintah ingin mendapat banyak masukan sebelum diketok lewat aturan resmi yang mengikat.

"Ini policy recommendation tentunya, kita ingin mendapatkan masukan-masukan dari berbagai pihak karena tugas pemerintah adalah mendengar juga, mendengar dari semua stakeholders," tutur AHY.

video from internal kumparan