Kumparan Logo

AHY Kejar Target 120 Juta Bidang Tanah Masuk PTSL di Oktober 2024

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jumat (12/7). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jumat (12/7). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membeberkan progres capaian program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). AHY mengungkapkan saat ini telah tercatat sebanyak 114,8 juta bidang tanah yang telah terdaftar.

"Hari ini sudah bisa dikatakan kita capai 114,8 juta bidang tanah, sudah 90 sekian persen mudah-mudahan ini bisa terus kita kejar," kata AHY di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jumat (12/7).

Adapun sebelumnya, target pendaftaran ini dapat capai sebanyak 120 juta bidang tanah pada akhir 2024. Target ini telah diteken sejak 2017 lalu.

AHY menilai untuk mengejar target 120 juta bidang tanah tercatat pada 2024 membutuhkan tambahan anggaran.

"Ya sementara itu. Tetapi yang perlu disadari juga bahwa untuk mencapai target itu sebetulnya kita membutuhkan tambahan anggaran, dukungan anggaran," jelas AHY.

"Dan ini sudah kami ajukan juga ke Kemenkeu. Kami berharap dengan anggaran belanja tambahan itu mudah-mudahan bisa membantu kami secara signifikan untuk menuntaskan target-target PTSL," tambahnya.

Meski begitu, AHY berupaya mengejar target 120 juta bidang tanah dapat terdaftar di PTSL sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) digantikan Presiden Terpilih Prabowo Subianto pada Oktober 2024.

"Tiga bulan ini adalah waktu yang menentukan, kita berharap dapat mencapai target sebelum terjadi transisi kepemimpinan nasional. Kalaupun itu terjadi, kita sekaligus mempersiapkan landasan baru yang semakin baik untuk lima tahun ke depan," tutur AHY.

Saat rapat dengan Komisi II DPR pada Senin (25/3), AHY meminta tambahan anggaran Rp 675,87 miliar ke Kementerian Keuangan. Dana tersebut akan digunakan untuk program PTSL Rp 350 milar, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebanyak Rp 100 miliar, dan untuk penyiapan 104 Kabupaten/Kota lengkap dan transformasi digital Rp 225 miliar.