Kumparan Logo

AI Tumbuh Pesat, Malaysia Rogoh Rp 160 T untuk Perkuat Jaringan Listrik Nasional

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menjadi pembicara Konferensi Energy Asia di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia, Senin (16/6/2025). Foto: Edgar Su/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menjadi pembicara Konferensi Energy Asia di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia, Senin (16/6/2025). Foto: Edgar Su/REUTERS

Malaysia menegaskan komitmennya dalam transisi energi dengan investasi besar-besaran di sektor infrastruktur dan dekarbonisasi. Perusahaan utilitas negara, Tenaga Nasional Berhad (TNB), telah mengalokasikan 43 miliar Ringgit Malaysia (sekitar USD 10,1 miliar) untuk meningkatkan infrastruktur jaringan listrik nasional atau setara Rp 160 triliun.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kesiapan Malaysia dalam menghadapi lonjakan kebutuhan energi dari sektor teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI) dan sistem penyimpanan energi berbasis baterai (battery energy storage systems/BESS).

"Kita juga harus berinvestasi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi emisi dalam sistem energi yang saat ini kita miliki. Ini adalah tugas besar, mengingat bahan bakar fosil masih menyumbang hampir 80 persen dari konsumsi energi global," katanya dalam acara Energy Asia 2025 di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia, Senin (16/6).

Bukan cuma di kelistrikan, BUMN energi Malaysia, Petronas, juga mempercepat langkah menuju ekonomi rendah karbon dengan membangun tiga fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS) di lepas pantai Malaysia. Proyek ini melibatkan lebih dari 10 mitra internasional termasuk perusahaan dari Jepang, Korea Selatan, serta raksasa energi global seperti TotalEnergies dan Shell.

Tak hanya untuk sektor minyak dan gas, fasilitas CCS ini dirancang untuk melayani berbagai industri lain sekaligus membuka peluang ekonomi baru dari perdagangan karbon lintas negara.

Anwar mengatakan bahwa inisiatif CCS Malaysia melibatkan lebih dari 10 mitra internasional, termasuk perusahaan dari Jepang dan Korea Selatan, serta perusahaan energi global seperti TotalEnergies dan Shell. Petronas juga tengah bekerja sama dengan Eneos, Mitsubishi, dan JX Nippon untuk mengeksplorasi pengangkutan dan penyimpanan karbon dioksida dari wilayah Teluk Tokyo ke Malaysia.

“Hal ini menjadikan CCS tidak hanya sebagai alat dekarbonisasi yang vital, tetapi juga sebagai sumber pendapatan baru yang menjanjikan di kawasan Asia,” ujar Anwar.

Presiden dan CEO Grup Petronas Tengku Muhammad Taufik menjadi pembicara Konferensi Energy Asia di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia, Senin (16/6/2025). Foto: Edgar Su/REUTERS

Di acara yang sama, CEO Petronas Tengku Muhammad Taufik Tengku Aziz, mengatakan pihaknya sedang menyiapkan layanan untuk mengakomodasi lonjakan permintaan energi dari sektor AI dan pusat data yang tengah berkembang pesat. Permintaan listrik untuk pusat data (data center) diperkirakan akan mencapai 945 juta megawatt secara global pada tahun 2030.

"Itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan 415 juta megawatt yang tercatat pada tahun 2024 yang artinya ada peningkatan lebih dari 20 persen terhadap total permintaan energi dalam jangka menengah. Seluruh sistem energi di negara kita kini bekerja keras untuk mengimbangi peningkatan permintaan ini," katanya.