Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Air Keran RI Tidak Dapat Diminum, Kemenperin: Peluang Industri AMDK
13 Maret 2024 17:11 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Direktur Industri Minuman dan Hasil Tembakau Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Merrijantij Punguan Pintaria menuturkan kondisi air keran di Indonesia yang tidak layak minum jadi peluang industri air minum dalam kemasan (AMDK) untuk bertumbuh.
ADVERTISEMENT
"Kita belum bisa minum tap water kita, ini mungkin menjadi salah satu peluang untuk industri AMDK di dalam negeri bisa berkembang cukup pesat," tutur Merrijantij konferensi pers Kinerja Industri Minuman 2023 serta Peluang dan Tantangan 2024 di Jakarta pada Rabu (13/3).
Sementara, peluang pertumbuhan industri AMDK di negara lain menurut Merrijantij tidak sepesat di Indonesia, lantaran air kerannya dapat dikonsumsi tanpa dimasak atau disterilisasi.
"Kalau di luar negeri industri air minum dalam tidak semasif yang ada di Indonesia karena memang di luar negeri tap waternya bisa diminum," imbuh Merrijantij.
Dari sisi minat konsumen terhadap AMDK, Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) Triyono Prijosoesilo menyebutkan AMDK berkontribusi sebesar 60 dalam pertumbuhan penjualan industri minuman ringan pada 2023 secara year on year yang sebesar 3,1 persen.
ADVERTISEMENT
"Kalau kita lihat per kategori utama itu masih minuman AMDK, mendominasi sekitar 60 persen dari total volume. Nomor dua adalah teh dalam kemasan," kata Triyono dalam konferensi pers Kinerja Industri Minuman 2023 serta Peluang dan Tantangan 2024 di Jakarta pada Rabu (13/3).
Bahkan, kata Triyono Jika tanpa AMDK, penjualan di industri minuman ringan tahun 2023 tercatat minus 2,6 persen.
Hal ini dikarenakan meminum air putih sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia dari waktu ke waktu. Selain itu, menurut Triyono. AMDK juga dapat diolah menjadi produk baru, baik makanan maupun minuman.
"Air minum dalam kemasan dan teh selalu kuat konsumen kita karena habbit kita suka minuman air dan teh dari zaman dahulu sudah wajar bisa dikonsumsi," pungkas Triyono.
ADVERTISEMENT