Kumparan Logo

Air Laut Labuan Bajo Diubah Jadi Layak Konsumsi, Warga Bisa Beli Pakai e-Money

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sentra Desalinasi Air Laut Menjadi Air Bersih di Tempat Pelelangan Ikan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (16/6/2022). Foto: Ema Fitriyani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sentra Desalinasi Air Laut Menjadi Air Bersih di Tempat Pelelangan Ikan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (16/6/2022). Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Tinggal di Labuan Bajo yang tersohor akan keindahan pantai, laut, hingga deretan bukitnya mungkin menjadi impian banyak orang. Sayangnya, di tengah fasilitas 'surga' itu, wilayah yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini justru memiliki masalah ketersediaan air layak konsumsi.

Air sumur yang mengalir di rumah-rumah warga tak sedikit yang terasa asin. Belum lagi, sumur bor memiliki dampak buruk untuk lingkungan, salah satunya bisa merusak permukaan tanah. Karena itu, pengolahan air laut yang asing menjadi air bersih layak konsumsi menjadi jalan keluar seperti yang dilakukan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kampung Ujung, Labuan Bajo.

Di tempat ini, dibangun pengolahan air laut menggunakan teknologi reserve osmosis yang menyaring garam agar menjadi air bersih, tawar, dan layak konsumsi. Fasilitas desalinasi air laut di Labuan Bajo dibangun oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Indra Karya (Persero) bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Barat.

Sentra Desalinasi Air Laut Menjadi Air Bersih di Tempat Pelelangan Ikan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (16/6/2022). Foto: Ema Fitriyani/kumparan

"Kenapa desalinasi ini pakai air laut? Sebab enggak akan habis sumbernya. Beda dengan kalau ambil air dari sumur bor, (lapisan) tanah bisa turun," kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Manggarai Barat, Mengayung, saat ditemui di lokasi, Kamis (16/6).

Mengayung mengatakan, di Manggarai Barat ada 264 pulau. Dari jumlah tersebut, baru 13 pulau yang berpenghuni. Di dalamnya ada 1.900 nelayan yang setiap hari mencari ikan di laut bebas. Aktivitas mereka membutuhkan air bersih.

Operator desalinasi air laut di TPI Kampung Ujung, Rizal, mengatakan desalinasi air laut di sini akan mengangkut 14 ton air laut dalam 24 jam. Secara teknis, air laut hingga kedalaman 30 meter diangkut pakai pompa di pinggir pesisir, lalu dimasukkan ke dalam tempat pengolahan yang terdiri dari beberapa alat, termasuk dua tabung besar untuk memisahkan garamnya.

"Setelah itu, air akan mengalir ke luar (ke dalam toren) dan bisa diambil warga untuk dikonsumsi," kata Rizal.

Warga Bisa Beli Air Desalinasi Pakai e-Money Mandiri

Mandiri e-Money edisi Justice League Foto: Puti Cinintya Arie Safitri/kumparan

Desalinasi TPI Kampung Ujung merupakan satu dari empat fasilitas pengolahan air yang dibangun Bank Mandiri. Kepala Cabang Bank Mandiri Labuan Bajo I Made Runarta mengatakan, air yang sudah diolah tidak dibagikan gratis ke warga, melainkan beli menggunakan e-Money.

Dikomersialisasikan air pengolahan ini, kata Made, bukan untuk mengambil keuntungan. Tapi agar ada keberlanjutan dari mesin pengolahan. Sebab, ada biaya dan perawatannya.

"Nantinya masyarakat yang mau beli tinggal tapping e-Money. Jadi bisa akses air bersih sekaligus edukasi cashless," terangnya.

Meski begitu, Made mengaku masih membahas besaran biaya untuk membeli air menggunakan e-Money. Rencananya, sekali tapping, air yang didapatkan sebanyak 10 liter.

Sentra Desalinasi Air Laut Menjadi Air Bersih di Tempat Pelelangan Ikan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (16/6/2022). Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Selain di TPI Kampung Ujung, desalinasi di tiga titik lainnya juga dalam proses penyelesaian. Targetnya, rampung 1-2 bulan ke depan dengan total biaya Rp 2,1 miliar. Usai bangunan rampung, fasilitas ini akan diserahkan ke dinas setempat untuk diurus.