Kumparan Logo

Airlangga: Emas Bullion Pegadaian Kini Capai 153 Ton, Setara Rp 356 Triliun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi emas batangan Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi emas batangan Foto: Shutter Stock

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkap jumlah emas yang dikelola layanan bullion Pegadaian kini telah mencapai 153 ton. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan awal layanan bullion diluncurkan sekitar 70 ton emas.

Airlangga mengatakan, 153 ton emas tersebut memiliki nilai setara USD 20 miliar atau sekitar Rp 356 triliun (kurs Rp 17.844/dolar AS). Capaian tersebut, kata Airlangga, menunjukkan besarnya potensi ekosistem emas di Indonesia, terutama di tengah meningkatnya minat terhadap emas sebagai instrumen investasi.

“Emas mulai dari hulu sampai hilir sebetulnya kuat. Hulunya dari sektor pertambangan, hilirnya emak-emak ibu-ibu yang berperhiasan emas, tetapi juga berinvestasi di emas dan saat diluncurkan bullion itu Pegadaian misalnya baru pegang 70 ton emas. Tetapi per hari ini sudah 153 ton emas...153 ton emas itu nilainya sekitar USD 20 billion,” kata Airlangga dalam acara Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia di Jakarta, Selasa (11/8).

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Peluncuran Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 di Gandaria City, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Menurut Airlangga, perkembangan tersebut memperlihatkan Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk membangun ekosistem emas dari sektor hulu hingga hilir.

Ia membandingkan perkembangan ekosistem emas Indonesia dengan negara lain. Airlangga menyebut nilai ETF emas di India baru berada di kisaran USD 17-18 miliar atau sekitar Rp 303 trilliun sampai Rp 321 triliun, lebih rendah dibandingkan nilai emas yang dikelola Pegadaian.

“Jadi ini potensi kita untuk mengalahkan berbagai negara termasuk kalau sebelumnya Singapura masih unggul ,sekarang dengan adanya bullion bank mereka sudah lewat,” ujarnya.

Airlangga menilai, penguatan ekosistem bullion menjadi semakin penting di tengah kondisi ketidakpastian global. Emas memiliki posisi strategis karena secara umum dipandang sebagai aset yang relatif aman ketika terjadi gejolak ekonomi maupun geopolitik.

Petugas menunjukan logam mulia emas di kantor Galeri 24 Pegadaian, Kamis (18/4/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Jadi ini adalah hal yang baik yang dilakukan oleh Indonesia apalagi dalam situasi ketidakpastian ini untuk emas selalu menjadi safe haven daripada investasi,” kata Airlangga.

Airlangga secara khusus menilai Pegadaian memiliki peran penting dalam perkembangan tersebut. Menurutnya, masyarakat sudah akrab dengan Pegadaian, sehingga emas dapat menjadi instrumen investasi yang mudah dijangkau.