Airlangga Optimistis PDB RI Bakal Naik 1 Persen Jika Jadi Anggota OECD

29 Mei 2024 11:43 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di hotel St.Regis Jakarta, Rabu (28/5/2024). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di hotel St.Regis Jakarta, Rabu (28/5/2024). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yakin produk domestik bruto (PDB) akan naik 1 persen jika RI masuk menjadi anggota The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
ADVERTISEMENT
Airlangga mengatakan, investasi akan mengalir deras jika Indonesia masuk keanggotaan OECD. Adapun, Indonesia masih dalam proses masuk keanggotaan OECD atau aksesi.
"Target kita tentu akan ada peningkatan selain investasi tetapi juga peningkatan daripada PDB yang bisa sekitar 1 persen. Artinya manfaat bagi dunia usaha, para pekerja, dan UMKM, itu juga akan mendorong ketahanan ekonomi nasional dan lapangan kerja," kata Airlangga dalam konferensi pers di Hotel St Regis, Rabu (29/5).
Airlangga menekankan pentingnya menjadi anggota OECD untuk keluar dari negara middle income trap. Menurutnya, Indonesia bisa menjadi negara maju atau berpenghasilan tinggi jika masuk keanggotaan ini.
Menhan Prabowo Subianto terima kunjungan Sekjen OECD Mathias Cormann. Foto: Kemhan RI
"Dalam roadmap pemerintah sekarang, dalam 10 tahun ke depan kita targetnya di atas USD 10 ribu. Tentu kita bisa kalau target yang lebih tinggi di USD 12 ribu dalam 10 tahun ke depan. Kemudian dalam 20 tahun ke depan kita tingkatkan lagi menjadi USD 24 ribu sampai dengan USD 30 ribu," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Menurut Airlangga, Indonesia cukup beruntung karena bisa masuk aksesi OECD dalam waktu 7 bulan. Tak seperti Argentina yang harus melalui waktu selama 5 tahun.
"Bahkan untuk memperoleh aksesi saja, negara seperti Argentina, mulai dari berkirim surat sampai diterima aksesinya bersamaan dengan Indonesia itu 5 tahun. Nah Indonesia kemarin dalam 7 bulan," tegas Airlangga.