Airlangga: Pelaku Usaha Harus Antisipasi, Perilaku Konsumen Berubah ke Digital

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyarankan pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perkembangan digitalisasi. Sebab, selama pandemi COVID-19 banyak konsumen yang berubah cara belanjanya ke dunia digital.
"Pandemi COVID-19 juga mengubah perubahan perilaku konsumen dan peta kompetisi bisnis yang perlu diantisipasi oleh para pelaku usaha. Selama pandemi terjadi shifting pola konsumsi di barang dan jasa dari offline ke online," kata Airlangga saat webinar yang digelar Beritasatu, Rabu (28/4).
Untuk itu, Airlangga memastikan saat ini digitalisasi tidak bisa dihindari. Ia membeberkan tidak kurang dari 37 persen konsumen baru yang memanfaatkan ekonomi digital setelah ada pandemi.
Selain itu, kata Airlangga, saat pandemi juga terlihat ada 45 persen pelaku usaha yang mulai aktif bertransaksi penjualannya melalui e-commerce.
"Terjadi kenaikan traffic online sebesar 15 sampai 20 persen sehingga ini mempertegas pentingnya digitalisasi," ujar Airlangga.
Airlangga menganggap kondisi tersebut menunjukkan pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak buruk ke perekonomian, tetapi ada sektor yang tumbuh yaitu ekonomi digital. Ia memprediksi ekonomi digital akan terus tumbuh dan berperan besar ke PDB.
"Di samping dampak negatif, pandemi juga positif di ekonomi digital, di tengah banyak tantangan di 2020 PDB ekonomi digital mencapai Rp 44 miliar atau tumbuh 11 persen dari tahun 2019," ujarnya.
