Airlangga Siapkan Gaji ke-13 dan Bansos Buat Dorong Ekonomi RI Kuartal II 2026
·waktu baca 2 menit

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 dengan berbagai insentif, bantuan sosial (bansos), hingga gaji ke-13 ASN.
Pada kuartal I 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian ini ditopang oleh sederet hari besar keagamaan seperti Imlek dan Idul Fitri.
Airlangga menilai, salah satu strategi yang akan digenjot adalah belanja pemerintah, sebab pada basis tahun lalu angkanya rendah dan diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat. Insentif yang akan diberikan seperti pembelian kendaraan listrik yang akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Gaji ASN ke-13 itu kan diharapkan bisa diberikan di bulan Juni, itu juga salah satu penopang. Kemudian beberapa insentif sedang dipikirkan oleh pemerintah, nah salah satu juga untuk sektor misalnya di otomotif dan motor nah ini nanti kita akan laporkan kepada Bapak Presiden," katanya saat konferensi pers, Selasa (5/5).
Di sisi lain, Airlangga optimistis bahwa industri manufaktur nasional masih menjanjikan, terlihat dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) yang masih di atas 52 persen pada kuartal I 2026.
Kemudian dari sektor investasi, dia menyebutkan bahwa capaian pada kuartal I 2026 sudah naik 7 persen, dan diharapkan terus meningkat pada kuartal II 2026 karena ada banyak komitmen yang perlu dikejar.
"Dalam kunjungan Bapak Presiden di beberapa negara Amerika, kemudian Jepang, Korea juga ada komitmen Rp 540 triliun yang akan terus kita kejar untuk mengejar realisasi daripada investasi tersebut," ungkap Airlangga.
Kendati begitu, Airlangga belum bisa menyebutkan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 mendatang, sebab pemerintah masih fokus pada keberhasilan melampaui ekspektasi berbagai lembaga pada kuartal I 2026.
"Kuartal II belum bikin proyeksi, jadi kita kuartal I dulu aja yang Indonesia berhasil katakanlah meng-outbeat ekspektasi dari berbagai lembaga jadi ini satu hal yang positif," tandasnya.
