Kumparan Logo

Airlangga Ungkap Barang AS Bebas TKDN: Telekomunikasi hingga Alat Kesehatan

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers terkait Joint Statement Indonesia-Amerika Serikat di Jakarta, Kamis (24/7/2025).  Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers terkait Joint Statement Indonesia-Amerika Serikat di Jakarta, Kamis (24/7/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan tidak semua impor barang dari Amerika Serikat (AS) ke Indonesia bebas aturan kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Airlangga mengatakan penjelasan ini muncul dari salah satu isi joint statement antara AS dan Indonesia terkait negosiasi tarif impor resiprokal.

Indonesia disebutkan akan mengatasi berbagai hambatan non-tarif dengan cara mengecualikan perusahaan dan barang asal AS, termasuk TKDN.

Airlangga menyebutkan, beberapa barang yang bebas TKDN ini hanya terbatas pada produk prototipe telekomunikasi, informasi, komunikasi, data center, dan alat kesehatan.

"Local content ataupun TKDN, ini terbatas pada prototype telecommunication information dan communication, data center, alat kesehatan, dan tetap memenuhi peraturan impor yang dilakukan oleh kementerian teknis," jelasnya saat konferensi pers, Kamis (24/7).

Airlangga juga menjelaskan Indonesia juga menerima sertifikasi dari Food and Drug Administration (FDA) dan izin edar sebelumnya untuk alat kesehatan dan obat-obatan. Hal ini pernah dilakukan Indonesia untuk mengimpor vaksin saat pandemi COVID-19.

Selain itu, AS menyebutkan Indonesia juga akan mengecualikan produk ekspor kosmetik, alat kesehatan, dan barang manufaktur asal AS dari kewajiban sertifikasi dan pelabelan yang memberatkan.

IM3 Platinum dan Erajaya Group melalui iBox menggelar Platinum Day with iPhone 16: Next Level, Unlocked! selama tiga hari mulai dari hari ini hingga 27 April 2025 di Main Atrium Senayan City, Jakarta. Foto: Habib Allbi Ferdian/kumparan

"Seperti mulai dari AstraZeneca sampai Pfizer berbasis kepada FDA, masing-masing yang langsung dengan protokol WHO, BPOM bisa menerima dan distribusikan kepada masyarakat," tutur Airlangga.

Indonesia mendapatkan penurunan tarif salah satu yang paling rendah dibandingkan negara-negara lain yang dianggap mengakibatkan neraca perdagangan AS defisit, yakni 19 persen dari sebelumnya 32 persen.

AS mengumumkan joint statement antara Indonesia dan AS pada 22 Juli 2025. Secara umum, kata Airlangga, joint statement tersebut menggambarkan kesepakatan yang telah dibahas dan AS dan poin-poin penting dan komitmen politik yang akan menjadi dasar perjanjian perdagangan kedua pihak.

Meski begitu, masih ada pembahasan lanjutan yang menyangkut kepentingan kedua negara. Perundingan, kata dia, masih akan terus berlangsung terkait detail teknis.

Komoditas tersebut mencakup komoditas sumber daya alam yang tidak diproduksi oleh AS seperti kelapa sawit, kopi, kakao, produk agro, produk mineral lainnya, termasuk komponen pesawat terbang, serta produk industri di kawasan industri tertentu seperti di free trade zone.

"Jadi itu sedang dalam pembahasan dan itu dimungkinkan lebih rendah dari 19 persen dan dimungkinkan mendekati 0 persen," ungkap Airlangga.