Kumparan Logo

Airlangga Ungkap China Teken MoU Investasi 16 Proyek Besar Senilai Rp 36,4 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Forum Investasi Batam, Bintan, dan Karimun. 
 Foto: Kemenko Perekonomian
zoom-in-whitePerbesar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Forum Investasi Batam, Bintan, dan Karimun. Foto: Kemenko Perekonomian

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan China sudah menandatangani MoU terkait investasi 16 proyek besar senilai Rp 36,4 triliun. Investasi tersebut termasuk dalam program Two Country Two Parks.

Airlangga juga menuturkan MoU tersebut dicapai setelah pertemuan dengan Partai Komunis China dari Provinsi Fuzhou pada Rabu (26/11).

“Dalam pertemuan itu diadakan Memorandum of Understanding terhadap 16 kegiatan. Dan dari 16 kegiatan itu terkait dengan program Twin Country Two Parks, itu terekam investasi total dari 16 proyek sebesar Rp 36,4 triliun,” ujarnya ditemui di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Kamis (27/11).

Adapun 16 proyek tersebut terdiri dari beberapa proyek yang berbeda seperti proyek baja 1 juta ton, proyek pengolahan daging dan produk kelautan, perdagangan nikel iron (Fe-Ni), sampai proyek RnD tekstil. Terdapat pula proyek batu bara, dan bahan baku tekstil.

Selain itu, proyek lainnya juga meliputi proyek yang berada di sektor pertanian dan perkebunan.

“Juga proyek kerja sama industri teh dan melati, dan juga direct sourcing terkait dengan product agriculture termasuk kelapa dan durian,” kata Airlangga.

instagram embed

Airlangga juga menuturkan, nantinya investasi untuk 16 proyek besar tersebut seluruhnya akan diarahkan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.

“Jadi dengan demikian, ini salah satu untuk mengakselerasi investasi di Kawasan Industri Batang,” ujarnya.

Sebelumnya, program Two Countries Twin Park ini akan menjadi salah satu akselerator dan bukti nyata dari pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Prabowo Subianto di Beijing di November 2024 lalu.

Adapun pengembangan Two Countries Twin Park antara Indonesia dan China akan dilakukan di tiga lokasi, yakni di Kawasan Industri Batang, Kawasan Industri Wijayakusuma di Semarang, dan Kawasan Industri Bintan.