Kumparan Logo

Airlangga Ungkap Penyaluran KUR ke UMKM Baru Rp 1.200 T Selama 10 Tahun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Delegasi BIMP-EAGA kunjungi pameran produk UMKM di East Asean Growth Area (BIMP-EAGA) ke-25, di Pontianak, Selasa (29/11/2022). Foto: Kemenko Perekonomian
zoom-in-whitePerbesar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Delegasi BIMP-EAGA kunjungi pameran produk UMKM di East Asean Growth Area (BIMP-EAGA) ke-25, di Pontianak, Selasa (29/11/2022). Foto: Kemenko Perekonomian

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan masih minimnya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Bahkan, hingga satu dekade terakhir baru terealisasi Rp 1.200 triliun atau baru mencapai 20 persen dari total kredit nasional yang sebesar Rp 6.000 triliun.

"Di Indonesia, dalam satu dekade 10 tahun terakhir jumlah kredit usaha menengah yaitu kredit di bawah Rp 10 miliar baru terealisasi 20 persen. Padahal Pak Presiden Jokowi sebenernya berharap ini bisa meningkat menjadi 30 persen," kata Airlangga di Hotel Indonesia Kempinski, Selasa (27/6).

"Jumlahnya itu kira-kira sekitar Rp 1.200 triliun. Kalau kredit sekitar Rp 6.000 triliun, berarti targetnya Rp 1.800 triliun," imbuhnya.

instagram embed

Airlangga mengungkapkan, bantuan KUR diberikan pemerintah supaya UMKM naik kelas. Namun, realitanya masih ada UMKM yang takut mengambil kredit.

Adapun bagi UMKM super mikro dengan KUR di bawah Rp 10 juta pemerintah hanya memberikan bunga sebesar 3 persen. Kemudian untuk KUR senilai Rp 10 juta sampai Rp 100 juta hanya diberi bunga sebesar 6 persen tanpa agunan. Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan KUR untuk nominal tertinggi yakni Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar.

Di sisi lain, pemerintah juga sudah memberikan kemudahan seperti memberikan kemudahan perizinan berusaha melalui Nomor Induk Berusaha (NIB).

"Sebagian besar UMKM Indonesia bergerak di bidang makanan minuman dengan jumlah hampir 80 persen dan sekarang kita beri sertifikasi halal secara gratis. Ini fasilitas yang diberikan untuk UMKM," tandasnya.