Airlangga Ungkap Penyaluran KUR ke UMKM Baru Rp 1.200 T Selama 10 Tahun

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan masih minimnya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Bahkan, hingga satu dekade terakhir baru terealisasi Rp 1.200 triliun atau baru mencapai 20 persen dari total kredit nasional yang sebesar Rp 6.000 triliun.
"Di Indonesia, dalam satu dekade 10 tahun terakhir jumlah kredit usaha menengah yaitu kredit di bawah Rp 10 miliar baru terealisasi 20 persen. Padahal Pak Presiden Jokowi sebenernya berharap ini bisa meningkat menjadi 30 persen," kata Airlangga di Hotel Indonesia Kempinski, Selasa (27/6).
"Jumlahnya itu kira-kira sekitar Rp 1.200 triliun. Kalau kredit sekitar Rp 6.000 triliun, berarti targetnya Rp 1.800 triliun," imbuhnya.
Airlangga mengungkapkan, bantuan KUR diberikan pemerintah supaya UMKM naik kelas. Namun, realitanya masih ada UMKM yang takut mengambil kredit.
Adapun bagi UMKM super mikro dengan KUR di bawah Rp 10 juta pemerintah hanya memberikan bunga sebesar 3 persen. Kemudian untuk KUR senilai Rp 10 juta sampai Rp 100 juta hanya diberi bunga sebesar 6 persen tanpa agunan. Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan KUR untuk nominal tertinggi yakni Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar.
Di sisi lain, pemerintah juga sudah memberikan kemudahan seperti memberikan kemudahan perizinan berusaha melalui Nomor Induk Berusaha (NIB).
"Sebagian besar UMKM Indonesia bergerak di bidang makanan minuman dengan jumlah hampir 80 persen dan sekarang kita beri sertifikasi halal secara gratis. Ini fasilitas yang diberikan untuk UMKM," tandasnya.
