Kumparan Logo

Akankah Ibu Kota Baru Bebas Banjir?

kumparanBISNISverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jembatan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Foto: Wikimedia Commons/Marwan Mohamad
zoom-in-whitePerbesar
Jembatan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Foto: Wikimedia Commons/Marwan Mohamad

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan Ibu Kota Negara (IKN) atau ibu kota baru telah aman dari banjir.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljdono menjelaskan, pihaknya telah menghitung keamanan ibu kota baru dari bencana banjir.

"Sudah dihitung berapa jumlah penduduknya yang akan ada di situ, 2,75 juta. Intinya, ada kawasan ibu kota, ada perluasannya," katanya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (3/1).

Basuki menambahkan, lokasi ibu kota baru jauh dari ancaman bencana. Hanya saja ia menegaskan, jika ada alam yang tidak diatur secara benar maka tentu saja akan berpotensi banjir.

Potret udara bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Foto: Faiz Zulfikar/kumparan

"Dari sejarah hidrologinya enggak ada. Bencananya juga minim. Tapi kalau berubah environment nya bisa banjir," ungkapnya.

Oleh karena itu, dalam perancangan desain ibu kota baru, nantinya sebesar 70 persen harus berupa tanaman hijau. Selain itu, Basuki mengatakan, nantinya konsep ibu kota baru akan dikelilingi air.

"Kan udah berapa diameternya, berapa kapasitas," lanjutnya.

Selain bebas banjir, kata Basuki, ibu kota baru juga akan jauh dari potensi kebakaran.

"Justru kita pilih di Sepaku ini karena yang menurut penelitian, tidak ada batu baranya. Kalau yang timurnya bukit Soeharto itu yang ada batu baranya," katanya.