kumparan
10 Okt 2019 10:48 WIB

Akhir Periode 1 Jokowi, Daya Saing RI Turun 5 Peringkat

Presiden Joko Widodo memasuki lapangan upacara memperingati HUT Ke-74 TNI, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta TImur, Sabtu (5/10/2019). Foto: Helmi Afandi/kumparan
World Economic Forum (WEF) mengeluarkan laporan peringkat daya saing dunia terbaru atau Global Competitiveness Index 4.0 2019. Indeks ini menilai daya saing sebuah negara sejak tahun 1979. WEF menggunakan 12 variabel yang terdiri dari 103 indikator. Dari 12 variabel itu, dikelompokkan ke 4 sektor yakni penciptaan lingkungan yang mendukung, sumber daya manusia, pasar, dan ekosistem inovasi.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, 12 variabel yang dipakai dalam penilaian Global Competitivenes Index 4.0 2019 tersebut di antaranya terkait elemen institusi, infrastruktur, implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi, stabilitas makroekonomi, kesehatan, keterampilan, produk pasar, tenaga kerja, sistem keuangan, ukuran pasar, dinamika bisnis, dan kemampuan berinovasi. Skala penilaian menggunakan nilai 0 hingga 100, di mana mendekati 100 menunjukkan daya saing semakin baik atau sempurna.
Untuk indeks kali ini, WEF melakukan survei terhadap 13.000 eksekutif bisnis dengan penekanan terhadap dampak ketidakpastian dan rendahnya kepercayaan terhadap situasi global.
"Pada tahun ini, perang dagang melalui diversi perdagangan memberikan keuntungan terhadap Singapura dan Vietnam. Vietnam tercatat sebagai negara dengan kenaikan daya saing terbaik di 2019," tulis laporan WEF dikutip kumparan, Kamis (10/10).
Air Terjun Buatan di Jewel Changi Airport Singapura Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Pada tahun ini, Singapura tercatat sebagai negara dengan peringkat daya saing terbaik di dunia atau berada di peringkat 1. Singapura naik 1 tingkat dan menggeser posisi Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
Peringkat Teratas Global Competitivenes Index 4.0 2019:
1. Singapura: nilai 84,8 (naik 1 peringkat)
2. Amerika Serikat: nilai 83,7 (turun 1 peringkat)
3. Hong Kong: nilai 83,1 (naik 4 peringkat)
4. Belanda: nilai 82,4 (naik 2 peringkat)
5. Swiss: nilai 82,3 (turun 1 peringkat)
6. Jepang: nilai 82,3 (turun 1 peringkat)
7. Jerman: nilai 81,8 (turun 4 peringkat)
8. Swedia: nilai 81,2 (naik 1 peringkat)
9. Inggris: nilai 81,2 (turun 1 peringkat)
10. Denmark: nilai 81,2 (tetap)
Sementara itu, peringkat daya saing Indonesia berada di posisi 50, atau turun 5 peringkat (nilai 64,8). Negara tetangga Indonesia lainnya seperti Malaysia di posisi 27 atau turun 2 peringkat (nilai 74,6), Thailand di posisi 40 atau turun 2 peringkat (nilai 68,1), Brunei Darussalam di posisi 56 atau naik 6 peringkat, Filipina di posisi 64 atau turun 8 peringkat (nilai 61,9), dan Vietnam di posisi 67 atau naik 10 peringkat (nilai 61,5).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan