Kumparan Logo

Aksi Jual Saham Chip Bikin Bursa Korsel Anjlok 9,1%, Perdagangan Sempat Disetop

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bursa. Foto: amine chakour/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bursa. Foto: amine chakour/Shutterstock

Indeks saham Korea Selatan, Kospi, anjlok hingga 9,1 persen dari level tertinggi sepanjang masa yang dicetak bulan ini. Penurunan tajam tersebut bahkan memicu penghentian perdagangan sementara (circuit breaker) selama 20 menit oleh Korea Exchange.

Tekanan terbesar datang dari saham-saham teknologi, terutama produsen chip. Saham SK Hynix merosot lebih dari 12 persen, sementara Samsung Electronics turun lebih dari 10 persen.

Koreksi ini terjadi setelah reli panjang yang membuat Kospi menjadi salah satu indeks saham utama dengan kinerja terbaik di dunia sepanjang tahun ini. Namun, kenaikan yang terlalu cepat memunculkan kekhawatiran bahwa valuasi pasar sudah terlalu tinggi.

Manajer portofolio Allspring Global Investments, Gary Tan, mengatakan pasar saham Korsel kini semakin rentan terhadap perubahan sentimen investor ritel.

"Setelah reli yang panjang yang didorong oleh momentum, pasar Korea menjadi semakin sensitif terhadap perubahan sentimen investor ritel, terutama karena perhatian kini tertuju pada penggunaan leverage oleh investor individu," kata Gary Tan dikutip dari Bloomberg, Selasa (23/6).

Menurut dia, pergerakan seperti ini sering kali diperbesar oleh faktor likuiditas dan posisi derivatif.

Buruknya Sentimen Saham Teknologi Asal AS

Ilustrasi bendera Korea Selatan. Foto: railway fx/Shutterstock

Pelemahan pasar Korea juga terjadi seiring memburuknya sentimen terhadap saham teknologi di Amerika Serikat. Pelaku pasar kini menantikan laporan keuangan produsen chip memori Micron Technology yang akan dirilis pekan ini.

Investor asing tercatat melepas saham-saham Kospi senilai lebih dari 4 triliun won atau sekitar USD 2,6 miliar. Sebaliknya, investor ritel justru memanfaatkan koreksi untuk menambah kepemilikan saham.

Sejumlah indikator sebelumnya telah menunjukkan pasar mulai mengalami kondisi jenuh beli (overbought). Saham SK Hynix sempat menguat selama delapan hari berturut-turut dan mencatat kenaikan hampir 350 persen sepanjang tahun ini, jauh melampaui kenaikan Samsung Electronics.

Di sisi lain, penggunaan utang untuk membeli saham juga terus meningkat. Data Korea Financial Investment Association menunjukkan margin debt atau pinjaman untuk investasi saham mencapai rekor 38,5 triliun won pada bulan ini.

Chief Investment Officer Eugene Asset Management, Ha SeokKeun, menilai aksi ambil untung menjadi pemicu utama koreksi tajam tersebut.

"Penjualan besar-besaran ini tampaknya terutama dipicu oleh aksi ambil untung setelah reli tajam yang terjadi sebelumnya, karena pasar sudah berada dalam kondisi jenuh beli," ujar Ha SeokKeun.

Menurut dia, tingginya penggunaan leverage dan saldo pinjaman margin oleh investor ritel kemungkinan memperbesar penurunan, sehingga pasar menjadi lebih sensitif terhadap sentimen negatif.

instagram embed