Kumparan Logo

Aljazair, Amerika Latin dan Afrika Ingin Tiru Program Sejuta Rumah RI

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Rumah seharga Rp 168 Jutaan di Maja. (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Rumah seharga Rp 168 Jutaan di Maja. (Foto: Istimewa)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengklaim, negara-negara di Amerika Latin, Afrika, dan Aljazair tertarik untuk mengadopsi program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Menurut Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, hal itu disampaikan perwakilan negara-negara tersebut pada pertemuan pengembang rumah sedunia di Bali, awal bulan ini.

“Kemarin negara Aljazair, negara di Amerika Latin, Afrika, mereka tertarik adopt program Sejuta Rumah,” ujarnya saat ditemui di Kawasan Blok M, Jakarta, Kamis (13/12).

Dia menjelaskan, negara-negara itu tertarik mengadopsi program Sejuta Rumah karena berhasil melibatkan swasta. Mayoritas di negara berkembang lain, pembangunan rumah rakyat membebani keuangan negara.

Ilustrasi rumah kluster. (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rumah kluster. (Foto: Shutterstock)

“Yang mereka tertarik itu konsep gotong-royongnya dengan swasta, karena di negara mereka itu biasanya jadi beban negara,” beber Khalawi.

Dia menambahkan, pada tahun ini, realisasi program Sejuta Rumah sudah memenuhi target. Hingga 10 Desember 2018, pemerintah berhasil membangun 1,09 juta rumah. Sebelumnya pada 2015-2017, target itu belum pernah tercapai.

Di tahun 2017, rumah yang berhasil dibangun sebanyak 904,75 ribu rumah. Sementara di tahun 2016, rumah yang berhasil dibangun sebanyak 805,16 ribu rumah. Sedang realisasi program itu di 2015 hanya 699,77 ribu rumah.

“Itu update per 10 Desember 2018 mencapai 1.091.255 rumah. Realisasi 1 juta rumah sudah per tanggal 19 November 2018,” tegasnya.