Alvin Lie: 6 dari 20 Maskapai Termurah Dunia Ada di Indonesia

Beberapa tahun belakangan, harga tiket pesawat yang ditetapkan maskapai penerbangan Indonesia, utamanya Low Cost Carrier (LCC) tergolong begitu murah di dunia. Sebab waktu itu terjadi kelebihan jumlah penerbangan sehingga maskapai berebut penumpang dengan perang harga.
Pengamat Penerbangan, Alvin Lie, menyebut selama 10 tahun terakhir hingga akhir 2018, pertarungan tarif antar maskapai penerbangan begitu kejam. Alhasil pada rentang waktu itu pula, tidak ada pemain baru dalam pasar penerbangan domestik di Indonesia.
"Ini fakta yang menunjukkan betapa kejamnya pertarungan antaroperator penerbangan," ujarnya kepada kumparan, Selasa (14/5).
Menurut dia mengutip data Global Flight Pricing yang disusun Rome2Rio, sebanyak 6 maskapai penerbangan Indonesia pada tahun 2018 lalu masuk dalam daftar 20 maskapai rute domestik termurah di dunia, yakni Indonesia AirAsia, Indonesia AirAsia Extra, Citilink Indonesia, Batik Air, Lion Mentari Airlines, dan Sriwijaya Air.
Adapun riset Rome2Rio itu menganalisa data harga tiket pesawat kelas ekonomi dengan ukuran harga per kilometer (km) yang ditetapkan maskapai dengan mata uang dolar AS. Dalam laporan itu, Indonesia menjadi urutan kedua negara dengan rata-rata harga tiket rute domestik termurah setelah Chile.
"Bagaimana kondisi hari ini? Dari 20 maskapai rute domestik termurah di dunia, 6 dari Indonesia. Ini bukti bahwa airlines Indonesia sampai dengan tahun lalu mendominasi daftar termurah di dunia," kata Alvin.
Dia menambahkan pada awal 2019, maskapai penerbangan Indonesia ramai-ramai menaikkan harga tiket pesawat untuk menghindari kerugian dalam karena biaya operasional yang tinggi. Hal tersebut yang dikeluhkan masyarakat saat ini karena tiket pesawat low season hampir mirip peak season.
"Indikasi bahwa persaingan bisnis airlines di Indonesia sedemikian ketat sehingga dari 6 airlines tersebut, beberapa sulit bertahan hidup," ucapnya.
