Amran Minta Pengusaha Patuhi Harga Acuan Pembelian Telur Rp 26.500/Kg
·waktu baca 2 menit

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, meminta agar para pengusaha mematuhi Harga Acuan Pembelian (HAP) penyerapan telur sebesar Rp 26.500 per kg. Hal ini merupakan langkah untuk stabilisasi harga telur.
Sebelumnya, harga telur ayam ras yang sempat tertekan dalam beberapa pekan terakhir mulai menunjukkan perbaikan di sejumlah sentra produksi. Selain mengawal HAP yang sesuai, Amran juga memastikan bahwa SPHP jagung pakan sudah dikucurkan.
“Kami minta kepada seluruh pengepul, pembeli telur, harga HAP-nya adalah Rp 26.500 per kg. Kemudian, kami juga sudah memberikan SPHP (untuk peternak) itu jagung dari Bulog,” kata Amran di Kantor Kementan, Jakarta Selatan pada Selasa (9/6).
Selain itu, Amran juga menjelaskan bahwa ia juga telah menelepon Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan serapan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu upaya stabilisasi harga. Dari hasil telepon itu, BGN menyanggupi peningkatan serapan telur untuk MBG.
Adapun dengan peningkatan serapan telur oleh BGN tersebut, Amran menyebut nantinya menu telur dihidangkan lebih banyak dalam sepekan ketimbang sebelumnya.
“3 kali seminggu. Cepat itu nanti,” ujar Amran.
Ia juga menjelaskan bahwa ia akan mengawal bersama-sama dengan peternak terkait HAP telur tersebut. Nantinya, langkah pengawalan ini juga akan melibatkan Satgas Pangan.
“Kami akan kirim surat Insya Allah hari ini, kepada seluruh peternak, tembusan Satgas Pangan agar memantau HPP ini kita kawal bersama, agar jangan merugikan peternak,” kata Amran.
Rekomendasi Negative List untuk Sektor Budidaya Ayam
Amran juga mengungkap rencana terbarunya terkait sektor budidaya ayam. Menurutnya, ia akan bersurat kepada Kementerian Investasi/BPKM terkait agar sektor budidaya ayam masuk ke dalam negative list atau daftar pengecualian investasi.
Hal itu menurut Amran bisa dilakukan jika rakyat Indonesia sudah sanggup untuk menjalankan sektor budidaya ayam. Dengan begitu, Amran berharap sektor budidaya ayam dapat lebih berkelanjutan.
“Kemudian, ada surat rekomendasi, kita akan kirim ke BKPM untuk investasi, negative list investasi itu untuk sektor budidaya ayam,” ujarnya.
“Kalau rakyat Indonesia sudah sanggup. Kalau ada investor lain, suruh bergerak di sektor lain. Apakah di pabrik gula, hilirisasi tambang, tapi jangan mengganggu ekonomi rakyat kecil. Supaya ini sustain,” lanjutnya.
